Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Kamis (3/6), mengumumkan rencananya untuk mendistribusikan 80 juta vaksin covid-19 secara global sebelum Juli mendatang.
Gedung Putih mengatakan dosis yang akan diberikan 75% melalui Covax.
Washington akan memprioritaskan negara-negara di Amerika Latin dan Karibia, Asia Selatan dan Tenggara, dan Afrika guna membantu mencegah lonjakan infeksi baru.
Baca juga: Jepang Sumbangkan 1 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca untuk Taiwan
"Kami memberikan vaksin ini untuk menyelamatkan nyawa dan memimpin dunia dalam mengakhiri pandemi, dengan kekuatan teladan kami dan dengan nilai-nilai kami," ujarnya.
Awal tahun ini, Biden telah berjanji mengekspor 60 juta dosis vaksin covid-19 ke negara-negara di seluruh dunia, kemudian ia menaikkannya menjadi 80 juta dosis.
Komitmen itu muncul di tengah tekanan dari pemerintah lain untuk menggunakan surplus vaksin besar AS untuk membantu negara-negara yang sedang berjuang karena kemajuan signifikan telah dibuat dalam meluncurkan vaksinasi di dalam negeri.
"Proses untuk mengekspor 25 juta pertama sedang berlangsung," kata koordinator Tanggap Covid-19 Gedung Putih Jeff Zients kepada wartawan.
"Kami akan memenuhi komitmen presiden sebesar 80 juta dosis pada akhir Juni," tambahnya.
Menurut rencana AS, dari 25 juta dosis pertamanya, sekitar 7 juta dialokasikan untuk Asia, terutama India, Nepal, Bangladesh, Afghanistan, dan Vietnam.
Sekitar 6 juta dialokasikan untuk negara-negara di Amerika Selatan dan Tengah dan Karibia, termasuk Brasil, Argentina, Kolombia, Kosta Rika, dan Haiti.
Sebanyak 5 juta dicadangkan untuk Afrika dan akan didistribusikan melalui koordinasi dengan Uni Afrika, kata Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan.
Sisa 6 juta dosis akan dibagikan langsung dengan negara-negara yang mengalami lonjakan atau yang sedang dalam krisis, serta dengan tetangga Kanada dan Meksiko dan mitra penerima"seperti Korea Selatan, Ukraina, Gaza, dan Irak. (AFP/OL-1)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Perusahaan ini fokus menggunakan teknologi vaksin berdasarkan mRNA pada Desember 2020, vaksin COVID-19 produksi mendapatkan izin penggunaan darurat di amerika serikat.
MEDIAINDONESIA.COM 20 Mei 2025 menurunkan berita berjudul ‘Covid-19 Merebak di Singapura dan Hong Kong, Masyarakat Diminta Waspada’.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved