Rabu 19 Mei 2021, 08:20 WIB

Kecewa, Perawat yang Rawat Johnson Saat Covid-19 Mundur

Basuki Eka Purnama | Internasional
Kecewa, Perawat yang Rawat Johnson Saat Covid-19 Mundur

AFP/Andrew PARSONS / 10 Downing Street
Perawat Jenny McGee (kanan) bersama PM Inggris Boris Johnson (tengah) di London, 5 Juli 2020 lalu.

 

SEORANG perawat yang disebut membantu menyelamatkan nyawa Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada tahun lalu mengundurkan diri sebagai bentuk protes karan pemerintah 'Negeri Ratu Elizabeth' itu dianggap tidak menghargai tenaga kesehatan.

Perawat kelahiran Selandia Baru Jenny McGee adalah salah satu dari perawat ICU yang merawat Johnson kala dia terinfeksi covid-19 pada tahun lalu.

Johnson mengaku dirinya bisa selamat karena perawatan para perawat itu. Namun, pemerintahan Johnson memicu kemarahan para perawat karena hanya menaikkan gaji mereka sebesar 1% yang sama saja dengan pemotongan gaji terkait dengan inflasi.

Baca juga: Rasisme terhadap Asia-Amerika di AS Meningkat Selama Pandemi Covid

"Kami tidak mendapatkan penghargaan yang selayaknya kami terima. Saya sangat kecewa. Jadi, saya memutuskan mengundurkan diri," ujar McGee kepada stasiun televisi Channel 4.

Juli lalu, dia menolak ambil bagian dalam pemotretan di Downing Street dengan alasan, "Banyak perawat yang merasa pemerintah mengirimkan pesan yang sangat tidak efektif dan tidak jelas. Itu sangat mengecewakan."

Pemimpin partai oposisi, Partai Buruh, Keir Stamer, menyebut pengunduran diri McGee membuktikan pendekatan pemerintahan Johnson terhadap tenaga kesehatan yang mempertaruhkan nyawa untuk merawatnya dan warga Inggris lainnya sangat buruk. (AFP/OL-1)

Baca Juga

AFP/	WAKIL KOHSAR

AS Serukan Diakhirinya Kekerasan di Afghanistan

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 23 Juni 2021, 07:02 WIB
"Kami mendesak kedua pihak untuk terlibat dalam negosiasi serius yang menentukan peta jalan politik untuk masa depan...
AFP/Greg Nash

Fauci Sebut Varian Delta Ancaman Terbesar bagi Respons Pandemi AS

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 23 Juni 2021, 06:57 WIB
"Penularan tidak diragukan lagi lebih besar pada varian Delta daripada varian asli...
AFP/Pedro Rocha.

Adu Argumen Anggota Parlemen Italia tentang RUU Homofobia

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 22 Juni 2021, 23:55 WIB
Di Italia yang secara tradisional Katolik, Vatikan secara historis memiliki pengaruh besar, tetapi tetap relatif tenang ketika parlemen...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya