Senin 17 Mei 2021, 20:40 WIB

Sidang DK PBB Soal Palestina-Israel Berakhir Tanpa Hasil

Mediaindonesia | Internasional
Sidang DK PBB Soal Palestina-Israel Berakhir Tanpa Hasil

Juni Kriswanto / AFP
Dukungan untuk Palestina

 

DEBAT terbuka Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) tentang konflik antara Israel dan Palestina, menyusul serangan di Gaza baru-baru ini, berakhir tanpa hasil yang konkret.

Pertemuan virtual pada Minggu (16/5) yang diikuti oleh pejabat Israel dan Palestina itu diinisiasi oleh China, Norwegia, dan Tunisia.

Dalam pidatonya, Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki menggambarkan serangan Israel di wilayah pendudukan Palestina sebagai "kejahatan perang" dan mendesak DK PBB untuk menjatuhkan sanksi dan embargo senjata di Tel Aviv.

"Israel adalah pencuri bersenjata yang telah memasuki rumah kami dan meneror keluarga kami, mereka menghancurkan rumah kami, menindas rakyat kami, generasi demi generasi," kata Maliki.

Sebaliknya, Perwakilan Tetap Israel untuk PBB Gilad Erdan menyalahkan Hamas atas kekerasan itu dan menuduh kelompok itu "melakukan serangan terornya".

"Kami akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk membela rakyat kami," kata Erdan, menyerukan Dewan untuk mengutuk Hamas.

Dalam pidatonya, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak Israel dan Palestina untuk mengakhiri "siklus pertumpahan darah, teror, dan kehancuran yang tidak masuk akal" dan kembali ke negosiasi untuk solusi dua negara atas konflik tersebut.

Baca juga: NasDem Dukung Upaya RI Hentikan Kekerasan Israel di Palestina

"Permusuhan saat ini benar-benar mengerikan. Putaran kekerasan terakhir ini hanya melanggengkan siklus kematian, kehancuran, dan keputusasaan, dan mendorong lebih jauh ke cakrawala harapan untuk hidup berdampingan dan perdamaian," kata Guterres.

Dalam pidatonya, Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield menegaskan kembali seruan kepada semua pihak untuk memastikan perlindungan warga sipil, dan untuk menghormati hukum humaniter internasional.

"Siklus kekerasan saat ini harus diakhiri. Amerika Serikat telah bekerja tanpa lelah melalui saluran diplomatik untuk mencoba mengakhiri konflik ini," kata dia.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri China Wang Yi meminta AS untuk "menyesuaikan" posisinya atas ketegangan Israel-Palestina.

Dia mengatakan karena terhalang oleh AS, DK PBB belum dapat berbicara dengan satu suara tentang Palestina.

"Kami meminta AS untuk memikul tanggung jawabnya, menyesuaikan posisi," kata diplomat China itu.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Vershinin angkat bicara, menyoroti perlunya segera mengakhiri konfrontasi.

"Kami yakin penting untuk segera mengadakan pertemuan kuartet mediator internasional Timur Tengah di tingkat menteri," kata Vershinin.

Baca juga: Sikapi Aneksasi Israel, Paus: Semua Manusia Diciptakan Setara

Dia juga mengatakan Rusia menganggap upaya untuk mengubah karakter geografis, demografis, dan sejarah serta status Yerusalem Timur menjadi batal demi hukum.

Sedangkan Perwakilan Tetap Inggris untuk PBB Barbara Woodward mengatakan kekerasan yang sedang berlangsung di seluruh Israel dan wilayah Palestina yang diduduki sangat memprihatinkan dan harus dihentikan.

"Saya mengulangi seruan perdana menteri saya bahwa kedua belah pihak mundur dan menahan diri. Siklus kekerasan ini harus diakhiri," kata Woodward.

"Inggris tetap berkomitmen pada solusi dua negara sebagai cara terbaik untuk secara permanen mengakhiri pendudukan dan membawa perdamaian dan stabilitas di kawasan itu," kata dia, menambahkan.

Wakil Prancis Nicolas de Riviere mendesak DK segera bertindak untuk menghentikan kekerasan di Palestina dan Israel.

"Dewan ini harus bersatu untuk meluncurkan seruan dengan suara bulat agar segera menghentikan permusuhan. Ini adalah satu-satunya prioritas hari ini. Dan itu adalah tanggung jawab bersama kita," kata de Riviere.

"Solusi sebenarnya adalah membawa Israel menghentikan kebijakan pemukimannya di wilayah Palestina," kata utusan Prancis itu.(Ant/OL-4)

Baca Juga

Mahmud hams / AFP

Israel Kembai Lancarkan Serangan Udara ke Gaza

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 16 Juni 2021, 08:57 WIB
Angkatan udara Israel melancarkan serangan udara di Jalur Gaza pada Rabu (16/6) pagi setelah para militan di wilayah Palestina mengirim...
AFP/Michele Spatari

Kasus Covid-19 Meroket, Afsel Perpanjang Jam Malam

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 16 Juni 2021, 08:55 WIB
Afsel, negara yang paling parah dihantam pandemi covid-19 di Afrika, mengalami kenaikan angka covid-19 hingga dua kali lipat selama dua...
AFP/HILDEGARD TITUS

Namibia Keluarkan Aturan Pembatasan Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 16 Juni 2021, 08:23 WIB
Namibia menjadi negara Afrika kedua untuk angka kasus baru per 1 juta populasi per hari setelah Seychelles menurut Pusat Pengendalian dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Orang Rimba masih Berjuang untuk Diakui

MATA Mariau tampak berkaca-kaca kala menceritakan perihnya derita kehidupan anggota kelompoknya yang biasa disebut orang rimba.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya