Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Indonesia Konsisten Kawal Kedaulatan Palestina

Mediaindonesia.com
17/5/2021 10:51
Indonesia Konsisten Kawal Kedaulatan Palestina
Seorang demonstran mengibarkan bendera Palestina dalam aksi di Brooklyn, New York, AS.(AFP/Kena Betancur )

POSISI Indonesia dan negara-negara Islam, kata Irma Suryani Chaniago, sesungguhnha konsisten mendukung kedaulatan negara Palestina.

"Sejak merdeka sampai saat ini, Indonesia tetap konsisten mengawal kemerdekaan dan Kedaulatan Palestina. Bahkan, untuk menjaga konsistensi tersebut, Indonesia tidak pernah menjalin hubungan diplomatik dengan entitas Israel," ujar politisi NasDem itu.

Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik atau hubungan government to government apapun dengan Israel, baik dalam hubungan ekonomi, invenstasi, perdagangan, pariwisata, dan lain-lain.

Baca juga: Demonstran Pro-Israel dan Pro-Palestina Bentrok di Montreal

"Begitulah cara dan sikap Indonesia dalam menjalankan konstitusi negaranya yang tertuang dalam batang tubuh pembukaan UUD 1945 yang berbunyi  bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan," tutur Irna.

Konsistensi yang dipegang teguh oleh Indonesia ini, menurut Irma, bukan tanpa godaan. Godaan itu, katanya, dilakukan para pelobi Yahudi  baik dari dalam maupun dari luar Indonesia.

"Mereka terus bekerja dan berusaha keras mendorong, mendesak bahkan mengiming-imingi Indonesia dengan investasi agar Indonesia mau membuka keran kerja sama dengan Israel, dan hasilnya sampai saat ini para pelobi tersebut gigit jari karena Indonesia konsisten menjaga kehormatan konstitusi nya," papar Irna.

Menurut Irma, hrus diakui, ada oknum-oknum rakus di dalam negeri yang tidak faham konstitusi dan coba-coba mengkhianati konsistensi negara.

Oknum tersebut, ujarnya, mencoba mendorong KemeNlu untuk memberikan calling visa pada Israel demi mendapatkan fee dan iming-iming investasi yang disodorkan israel,

"Alhamdulilah Menlu perempuan Indonesia yang tangguh dan cerdas, Retno Marsudi, dengan tegas menolak melakukan itu. Bravo dan salut untuk beliau," cetus Irma.

Pertanyaannya kenapa Indonesia tetap konsisten tidak memberi ruang kerja sama apa pun dengan Israel? Mehurut Irma, itu karena bila menjalin hubungan diplomatik atau hubungan kenegaraan secara resmi dengan Israel, Indonesia sama saja mengakui eksistensi Israel terhadap Palestina.

Irma menegaskan rajyat Indonesia harus paham betapa konsistensi  tersebut dijalankan pemerintah dalam mengawal kemerdekaan Palestina. Indonesia bukan negara Islam, melainkan negara dengan penduduk beragama islam terbesar di dunia.

"Kita negara yang ikut menjaga perdamaian dunia sesuai dengan konstitusi kita, tetapi kita bukan negara yang memerangi negara lain dengan senjata untuk bisa menjaga konsistensi konstitusi tersebut," ujar Irma.

Jika ada sebagian masyarakat Indonesia yang menyatakan Indonesia harus mengirim tentara untuk membatu perjuangan Palestina, Irma menegaskan tindakan itu belum menjadi bagian tanggung jawab Indonesia. Masih ada negara-negara tetangga Palestina, sesama negara Islam yang kaya raya dan memiliki alutsista yang modern dan memadai untuk berhadapan dengan Israel, seperti Arab Saudi, Iran, dan Turki.

Selain memiliki alutsista yg memadai secara geografi negara-negara  tersebut memiliki jarak yang tidam jauh dari Palestina, tidak seperti jarak Indonesia-Palestina yang sangat jauh.

"Jika kita ingin membantu palestina dengan tindakan apapun risiko ekonomi dan politiknya bisa 10 kali lipat dari negara-negara Timur Tengah tersebut," kata Irma.

Untuk itu, sekali lagi, Irma berharap publik Indonesia cerdas dan cermat dalam melihat bagaimana seharusnya Indonesia mengambil sikap dan langkah dalam mengawal kedaulatan kemerdekaan Palestina. Langkah Indonesia sudah tepat, konsisten untuk tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

"Sikap tegas Indonesia ini bukan saja ditujukan untuk mengawal kedaulatan palestina, tetapi juga untuk menjaga Mesjid  Al-Aqsa sebagai bagian sejarah jejak Rasulullah ketika menuju ke sidratul muntaha," pungkas Irma. (RO/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya