Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ANJING milik keluarga Barak Obama, Bo, yang populer saat berada di Gedung Putih, Sabtu (8/5), mati karena kanker.
Obama mengaku mengenang Bo karena kehadirannya yang menyenangkan dalam kehidupan keluarganya.
Bo menjadi bagian dari keluarga Obama setelah Barack Obama menjanjikan kedua putrinya, Malia dan Sasha, bahwa mereka boleh memelihara anjing selepas pemilu 2008.
Baca juga: Penembakan di Times Square, Tiga Orang Terluka Termasuk Balita
"Hari ini, keluarga kami kehilangan seorang sahabat sejati," cicit Obama di Twitter sembari membagikan foto dirinya bersama Bo di koridor Gedung Putih.
"Selama lebih dari satu dekade, Bo hadir dalam kehidupan keluarga kami. Dia mendampingi kami selama hari-hari baik dan hari-hari buruk," lanjutnya.
"Dia menoleransi kerepotan tinggal di Gedung Putih. Dia suka menceburkan diri ke kolam saat musim panas, ramah pada anak-anak, dan senang menunggu sisa makanan yang jatuh dari meja makan," kata Obama.
Bo, anjing air Portugal berwana hitam dan putih, merupakan hadiah bagi keluarga Obama dari Senator Edward Kennedy. Dia dipilih karena bulunya yang ramah bagi mereka yang menderita alergi.
Bo rutin tampil di acara Gedung Putih, terutama acara berburu telur Paskah tahunan. Dia telah bertemu Paus, mengunjungi anak-anak di rumah sakit, dan menumpang Air Force One.
"Sebagai keluarga, kami sangat kehilangan Bo," ungkap mantan ibu negara Michelle Obama di Instagram. "Kami sangat berterima kasih karena dia hidup berbahagia penuh dengan pelukan, permainan, dan bersantai di sofa." (AFP/OL-1)
Donald Trump kembali berambisi meraih Nobel Perdamaian 2025. Di balik upaya diplomatiknya, tersimpan obsesi terhadap prestise global dan persaingan dengan Barack Obama.
Jaksa Agung Pam Bondi memerintahkan pembentukan dewan juri menyelidiki dugaan rekayasa intelijen era Obama terkait Rusia.
DIREKTUR Intelijen Nasional AS, Tulsi Gabbard, merilis sejumlah dokumen yang mengaitkan pejabat pemerintahan Obama melakukan pengkhianatan terkait pemilu presiden AS pada 2016.
Mantan Presiden AS Barack Obama serukan Partai Demokrat lebih tegas n berani hadapi tantangan politik di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.
Donald Trump mengeluarkan ancaman pemotongan dana terhadap kampus di Amerika Serikat (AS).
Mantan Presiden AS Barack Obama menyatakan dukungannya terhadap Harvard University setelah pemerintahan Donald Trump memangkas dana hibah sebesar US$2 miliar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved