Kamis 22 April 2021, 06:48 WIB

Indonesia Masuk Dalam Watch List Kebebasan Beragama AS

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Indonesia Masuk Dalam Watch List Kebebasan Beragama AS

MI/Ist
Aksi solidaritas sejumlah warga setelah terjadi ledakan bom saat peringatan Kamis Putih di Makassar.

 

KOMISI Kebebasan Beragama Internasional Amerika Serikat (USCRIF), Rabu (21/4), merilis Laporan Tahunan 2021 mengenai perkembangan kebebasan beragama di dunia selama 2020. Laporan ini membahas mengenai keberadaan hukum dan kebijakan terhadap komunitas agama minoritas dan pelanggaran HAM.

Dalam laporan kali ini, Indonesia masuk dalam daftar 12 negara dalam Special Watch List (SWL) berdasarkan perilaku pemerintahnya yang menoleransi aksi kekerasan terhadap umat beragama.

Negara-negara yang masuk dalam daftar SWL adalah dua negara yang telah ada di daftar sebelumnya yaitu Kuba dan Nikaragua ditambah 10 negara lain yaitu Afghanistan, Aljazair, Azerbaijan, Mesir, Indonesia, Irak, Kazakhstan, Malaysia, Turki, and Uzbekistan.

Baca juga: Sanksi AS Sebabkan Perusahaan Tekstil Tiongkok Rugi Rp895,8 Miliar

Di laman daring resminya, USCIRF mengatakan Indonesia masuk dalam daftar SWL karena kebebasan beragama di Indonesia memiliki tren negatif. Pemerintah Indonesia terus menghukum mereka yang dituding melakukan penistaan agama dengan hukuman penjara yang berlebihan.

Selain itu, kelompok garis keras dan intoleran terus mengancam aktivitas beribadah kelompok minoritas di Indonesia.

Dalam laporan tahunan kali ini, USCRIF juga memonitor kebijakan kesehatan masyarakat yang dibuat untuk mencegah penyebaran covid-19 dan pengaruhnya terhadap kebebasan beragama.

Dalam laporannya, USCRIF mengatakan, di mayoritas negara, kebijakan itu sesuai dengan standar HAM namun, di beberapa negara, komunitas agama minoritas mengalami stigmatisasi dan diskriminasi karena dituding menyebabkan atau menyebarkan covid-19.

"Tahun ini sangat menantang bagi mayoritas negara yang berusaha menyeimbangkan antara masalah kesehatan dengan hak dasar beragama. Ada beberapa negara yang memanfaatkan pembatasan covid-19 untuk mengincar kelompok agama tertentu, kami senang dengan langkah positif yang diambil negara lain. Misalnya, karena pandemi covid-19, sejumlah tahanan politik dibebaskan, misalnya di Eritrea," ujar Ketua USCIRF Gayle Manchin.

"USCIRF akan terus mengawasi bagaimana negara-negara dunia menanggapi dan bangkit dari covid-19 dan apakah pelonggara pembatasan dilakukan secara adil bagi semua penganut agama," imbuhnya.

Dalam laporan tahunan 2021, USCIRF merekomendasikan 14 negara untuk dimasukkan dalam kelompok countries of particular concern (CPC) karena pemerintahnya memberlakukan atau menoleransi kekerasan secara sistemik.

Ke-14 negara itu terdiri dari 10 negara yang telah ada dalam daftar CPC yaitu Myanmar, Tiongkok, Eritrea, Iran, Nigeria, Korea Utara, Pakistan, Arab Saudi, Tajikistan, dan Turkmenistan ditambah empat negara lagai yaitu India, Rusia, Suriah, dan Vietnam. (RO/OL-1)

VIDEO TERKAIT:

Baca Juga

AFP/Dave Chan

Perdana Menteri Kanada Positif Covid-19

👤Widhoroso 🕔Kamis 27 Januari 2022, 22:44 WIB
PERDANA Menteri Kanada, Justin Trudeau, Kamis (27/1) menyatakan bahwa dirinya telah terpapar...
DOK Taiwan Excellence.

Taiwan Pilih Proposal Pemenang Ide Atasi Masalah Sosial Lingkungan

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 27 Januari 2022, 17:33 WIB
Tiga pemenang yang memilih proposal yang tepat dapat memperoleh hadiah senilai...
AFP/POIS Christopher Szumlanski/Angkatan Pertahanan Australia.

Gempa Kekuatan 6,2 SR Guncang Tonga

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 27 Januari 2022, 14:42 WIB
Tidak ada laporan segera tentang gempa yang dirasakan di Tonga atau Fiji yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya