Senin 19 April 2021, 07:41 WIB

AS Peringatkan Rusia Konsekuensi Jika Kritikus Navalny Meninggal

Nur Aivanni | Internasional
AS Peringatkan Rusia Konsekuensi Jika Kritikus Navalny Meninggal

AFP/Kirill KUDRYAVTSEV
Tokoh oposisi Rusia Alexei Navalny

 

AMERIKA Serikat (AS), Minggu (18/4), memperingatkan Moskow tentang konsekuensi jika kritikus Kremlin yang mogok makan Alexei Navalny meninggal di penjara, ketika tim politikus oposisi itu menyerukan aksi protes massal di seluruh Rusia untuk membantu menyelamatkan hidupnya.

Sehari setelah dokter Navalny mengatakan kritikus Vladimir Putin itu bisa meninggal setiap saat, Penasihat Keamanan Nasional Presiden AS Joe Biden, Jake Sullivan, mengatakan Washington telah memperingatkan Kremlin bahwa mereka akan dimintai pertanggungjawaban oleh komunitas internasional jika Navalny meninggal.

Prancis, Jerman, dan Uni Eropa, Minggu (19/4), juga turut bersuara atas kondisi Navalny dan menteri luar negeri Uni Eropa akan membahas situasi tersebut pada Senin (19/4).

Baca juga: Kesehatan Memburuk, Navalny Disebut Bisa 'Meninggal Kapan Saja'

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell menyebut penahanan Navalny bermotif politik dan mengatakan otoritas Rusia bertanggung jawab atas keselamatan dan kesehatan tokoh oposisi itu.

Pada Minggu (19/4), tim Navalny menyerukan aksi protes besar-besaran di seluruh Rusia pada Rabu (31/4) malam, hanya beberapa jam setelah Putin akan menyampaikan pidato kenegaraannya.

"Sudah waktunya untuk bertindak. Kami berbicara tidak hanya tentang kebebasan Navalny tetapi juga hidupnya," kata tangan kanan Navalny, Leonid Volkov, di Facebook.

Volkov mengatakan aksi protes pada Rabu itu bisa menjadi pertempuran yang menentukan melawan "kejahatan absolut".

Belum ada reaksi langsung dari Kremlin mengenai hal itu. Namun, Duta Besar Rusia di London, Andrei Kelin, mengatakan Navalny tidak akan diizinkan meninggal di penjara.

"Tapi saya dapat mengatakan bahwa Navalny, dia berperilaku seperti penjahat," kata Kelin kepada BBC.

Pihak berwenang telah meningkatkan tekanan pada pendukung Navalny, beberapa bulan terakhir, dengan menahan lebih dari 10.000 pengunjuk rasa pada demonstrasi oposisi pada Januari dan Februari.

Navalny ditangkap pada Januari saat kembali ke Rusia, setelah pulih dari serangan keracunan yang hampir fatal, yang menurutnya diatur oleh Kremlin. Namun, Kremlin membantah tuduhan tersebut.

Dia memulai aksi mogok makan pada 31 Maret untuk menuntut perawatan medis yang tepat untuk sakit punggung dan mati rasa di kaki dan tangannya.

Pada Sabtu (17/4), dokter Navalny mengatakan kesehatannya memburuk dengan cepat dan meminta petugas penjara segera memberi akses kepada mereka. (AFP/OL-1)

Baca Juga

Prakash SINGH / AFP

Inggris Sebut Varian Baru Virus Korona India 'Mengkhawatirkan'

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 07 Mei 2021, 23:55 WIB
Para pejabat Inggris mungkin menyatakan salah satu jenis virus korona baru yang pertama kali ditemukan di India sebagai "varian yang...
AFP

Inggris Tawarkan Vaksin AstraZeneca untuk Usia di Bawah 40 Tahun

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 07 Mei 2021, 23:35 WIB
Mengingat jumlah kasus yang rendah dan ketersediaan suntikan...
AFP/Jack Guez.

Polisi Israel Bunuh Dua Pria Bersenjata Serang Pangkalan Militer

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 07 Mei 2021, 22:16 WIB
Baku tembak di pangkalan Salem di luar kota Jenin di Tepi Barat utara menjadi kekerasan terbaru di wilayah itu pada minggu...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kualitas Kompetisi Harus Ditingkatkan

Regulasi yang dibuat operator dan regulator harus bisa meningkatkan standar liga dan klub

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya