Selasa 13 April 2021, 07:46 WIB

Iran Tangguhkan Kerja Sama dengan UE Usai Dikenai Sanksi 

Nur Aivanni | Internasional
Iran Tangguhkan Kerja Sama dengan UE Usai Dikenai Sanksi 

AFP/Joe Klamar
Iran

 

KEMENTERIAN Luar Negeri Iran, pada Senin (12/4), menangguhkan kerja sama dengan Uni Eropa di berbagai bidang menyusul keputusan blok itu untuk memasukkan beberapa pejabat keamanan Iran ke daftar hitam atas tindakan keras terhadap aksi protes pada 2019.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Saeed Khatibzadeh mengecam keras sanksi tersebut dan mengatakan Iran menangguhkan semua pembicaraan hak asasi manusia dan kerja sama yang dihasilkan dari pembicaraan tersebut dengan UE, terutama di bidang terorisme, narkoba dan pengungsi.

Dia mengatakan Iran menolak tindakan seperti itu dari mereka yang secara keliru mengklaim membela hak asasi manusia. Teheran, tambahnya, sedang mempertimbangkan sanksi balasan.

Uni Eropa menambahkan delapan pejabat keamanan Iran, termasuk komandan Pengawal Revolusi republik Islam, masuk dalam daftar hitam, yang efektif segera dengan publikasi di jurnal resmi blok tersebut. Daftar itu mengatakan Komandan Hossein Salami bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia yang serius.

Selain itu, kepala pasukan paramiliter Basij, komandan pasukan darat Pengawal Revolusi dan kepala polisi Iran juga terkena sanksi.

Baca juga: Badan Atom Iran Sebut Fasilitas Nuklir Diserang Aksi Terorisme

Pada November 2019, kenaikan harga bahan bakar yang mengejutkan memicu gelombang protes di seluruh Iran. Setidaknya 304 orang tewas dalam kerusuhan itu, menurut Amnesty International yang berbasis di London. Sementara, beberapa otoritas di Iran telah mengumumkan 230 kematian selama kerusuhan tersebut.

Langkah untuk memberlakukan pembekuan aset dan larangan visa tersebut dilakukan pada saat yang sensitif, ketika Brussels menengahi upaya untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir yang bermasalah antara kekuatan dunia dan Teheran.

Pada 2018, AS menarik diri dari perjanjian itu dan menerapkan kembali sanksi hukuman terhadap Iran.

Negosiasi di Wina saat ini difokuskan untuk mencoba membujuk Washington agar menjatuhkan sanksi tersebut dan Teheran untuk membatalkan pelanggaran perjanjian yang dibuat sebagai pembalasan.

Khatibzadeh menuduh blok itu tetap diam menghadapi sanksi Washington dan hanya mengungkapkan penyesalan, saat bekerja sama dengan AS.

Presiden Iran Hassan Rouhani dalam beberapa kesempatan mengancam akan menghentikan semua kerja sama dengan Eropa dalam perdagangan narkoba dan arus pengungsi jika blok tersebut tidak membantu republik Islam itu menghindari sanksi AS.

Perserikatan Bangsa-Bangsa memuji Iran karena menampung jutaan pengungsi yang melarikan diri dari konflik di Afghanistan, yang juga merupakan produsen utama obat-obatan terlarang.(AFP/OL-5)

Baca Juga

AFP/Fabrice COFFRINI

Sekjen PBB Minta Israel Menahan Diri di Jerusalem Timur

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 10 Mei 2021, 11:09 WIB
Guterres, ungkap Dujarric, mendesak agar status quo di tempat-tempat suci itu terus ditegakkan dan...
AFP/STR

NASA Kritik Jatuhnya Puing Roket Long March 5B

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Senin 10 Mei 2021, 10:35 WIB
Puing terbaru Long March 5B yang merupakan salah satu potongan terbesar dari puing-puing ruang angkasa yang kembali ke...
AFP/EMMANUEL DUNAND

Sidang Penggusuran Paksa Keluarga Palestina Ditunda

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Senin 10 Mei 2021, 10:27 WIB
Mahkamah Agung Israel, Senin (10/5), dijadwalkan mendengarkan banding terhadap rencana penggusuran beberapa keluarga Palestina dari...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Berharap tidak Ada Guncangan Baru

LAPORAN Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2021 tumbuh di angka -0,74% (year on year/yoy).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya