Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemenlu) Iran, Senin 912/4), mengatakan bahwa Israel tentu saja berada di balik serangan terhadap pabrik pengayaan uranium Natanz pada hari sebelumnya dan berjanji akan membalas dendam.
"Tentu saja rezim Zionis, dengan tindakan ini, mencoba untuk membalas dendam kepada rakyat Iran atas kesabaran dan sikap bijak mereka terkait pencabutan sanksi (AS)," kata Juru Bicara Saeed Khatibzadeh pada konferensi pers.
Khatibzadeh secara tidak langsung menuduh Israel berusaha membatalkan pembicaraan yang sedang berlangsung di Wina, Austria, yang bertujuan menghidupkan kembali perjanjian nuklir.
Insiden pada Minggu (11/4) tersebut terjadi sehari setelah Teheran mengatakan pihaknya telah memulai sentrifugal uranium canggih di Natanz, yang melanggar komitmennya di bawah kesepakatan nuklir tahun 2015.
AS menarik diri dari perjanjian tersebut pada 2018 dan memberlakukan kembali sanksi. Itu kemudian mendorong Iran untuk membalas dengan secara bertahap membatalkan komitmennya sendiri.
Insiden di Natanz tersebut menyusul putaran pembukaan pembicaraan di Wina pada Selasa dengan perwakilan dari pihak yang tersisa dalam kesepakatan nuklir.
Pembicaraan difokuskan pada pencabutan sanksi AS yang diberlakukan kembali terhadap Iran oleh mantan Presiden AS Donald Trump dan membawa Teheran kembali mematuhi kesepakatan tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, pada Senin (12/4), mengatakan bahwa Teheran tidak akan membiarkan serangan itu mempengaruhi pembicaraan di Wina atau melemahkan pendiriannya, kata kantor berita negara IRNA.
Dikatakan kantor berita negara itu, dia menekankan perlunya menghindari terjatuh ke dalam perangkap yang dibuat oleh Israel.
"Kami tidak akan membiarkan (Israel menggagalkan pembicaraan tersebut) dan kami akan membalas dendam atas tindakan-tindakan ini terhadap Zionis," kata Zarif yang dikutip oleh anggota parlemen selama sidang parlemen, lapor IRNA. (AFP/Nur/OL-09)
HARGA bitcoin kembali mengalami pelemahan di bawah US$90.000 setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75%.
AMERIKA Serikat memperkuat kerja sama dengan Indonesia di sektor pangan dan produk agrikultur melalui penyelenggaraan Rasa Amerika Festival yang digelar di Jakarta, Sabtu (31/1).
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan bahwa militer Iran kini jauh lebih siap menghadapi konflik bersenjata dibandingkan medio Juni lalu.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang membuka jalan bagi pengenaan tarif impor tambahan terhadap negara-negara yang menjual minyak ke Kuba.
Menlu Iran Abbas Araghchi nyatakan siap dialog dengan AS jika setara, namun tegas menolak negosiasi di bawah ancaman militer dan enggan bahas program rudal.
MENTERI Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth menegaskan kesiapan penuh militer AS menghadapi Iran, di tengah meningkatnya ketegangan.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan bahwa militer Iran kini jauh lebih siap menghadapi konflik bersenjata dibandingkan medio Juni lalu.
Menlu Iran Abbas Araghchi nyatakan siap dialog dengan AS jika setara, namun tegas menolak negosiasi di bawah ancaman militer dan enggan bahas program rudal.
MENTERI Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth menegaskan kesiapan penuh militer AS menghadapi Iran, di tengah meningkatnya ketegangan.
IRAN memperkuat kemampuan militernya dengan mengintegrasikan 1.000 drone tempur baru ke dalam angkatan bersenjata, di tengah meningkatnya ketegangan dan ancaman serangan AS.
Donald Trump mendesak Teheran segera berunding untuk mencapai kesepakatan baru terkait senjata nuklir atau bersiap menghadapi serangan dari AS.
Selain penetapan status teroris bagi IRGC, Uni Eropa juga memperluas daftar sanksi individu. Sebanyak 15 pejabat dari sektor keamanan dan peradilan Iran secara resmi masuk dalam daftar hitam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved