Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMUDA Myanmar tengah melawan pemadaman internet dan penekanan informasi oleh junta dengan buletin cetak bawah tanah yang diam-diam mereka bagikan ke seluruh komunitas.
Selama 56 hari berturut-turut telah terjadi pemadaman internet di Myanmar yang dilanda kudeta, menurut kelompok pemantau NetBlocks.
Negara itu berada dalam kekacauan sejak pemimpin yang terpilih secara demokratis Aung San Suu Kyi digulingkan dalam kudeta 1 Februari 2021.
Kudeta militer pun memicu pemberontakan massal yang mengakibatkan tindakan keras keamanan yang brutal dan lebih dari 700 kematian warga sipil.
Lynn Thant yang berusia tiga puluh tahun, bukan nama sebenarnya, memulai buletin tersebut dan memberinya nama Molotov untuk menarik kaum muda.
"Ini adalah respons kami terhadap mereka yang memperlambat arus informasi - dan itu merupakan ancaman bagi kami," katanya kepada AFP. Lynn Thant pun sadar mengenai risikonya.
Ribuan pembaca di seluruh negeri mengunduh versi PDF dari penerbitan tersebut dan mencetak serta mendistribusikan salinan fisiknya ke seluruh lingkungan di Yangon dan Mandalay dan daerah lainnya.
Polisi dan tentara menangkap lebih dari 3.000 orang sejak kudeta tersebut, menurut kelompok pemantau lokal Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik.
Sekitar 180 selebritas terkenal termasuk aktor, penyanyi, dan influencer media sosial berada dalam daftar surat perintah penangkapan dan bisa menghadapi hukuman penjara tiga tahun jika terbukti menyebarkan perbedaan pendapat terhadap militer.
"Jika kita menulis literatur revolusioner dan mendistribusikannya seperti ini, kita bisa berakhir di penjara selama bertahun-tahun," katanya.
"Bahkan jika salah satu dari kami ditangkap, ada anak muda yang akan terus memproduksi buletin Molotov. Bahkan jika salah satu dari kami terbunuh, orang lain akan muncul ketika seseorang jatuh. Buletin Molotov ini akan terus ada hingga revolusi berhasil," tuturnya.
Dia mengatakan sejauh ini publikasi tersebut telah menjangkau lebih dari 30.000 orang di Facebook dan audiens utamanya adalah para aktivis Generasi Z. Salinan buletin juga didistribusikan di bawah radar di pasar produk.
Myanmar hidup di bawah kekuasaan militer selama 49 tahun sebelum beralih ke demokrasi pada tahun 2011.
Media independen berada di bawah ancaman, dengan 64 jurnalis ditangkap sejak kudeta dan 33 masih ditahan, menurut kelompok pemantau Reporting ASEAN. Junta juga mencabut izin lima media. (AFP/Nur/OL-09)
Pakar FH UI Titi Anggraini menyoroti lemahnya transparansi keuangan partai politik Indonesia, menekankan audit eksternal dan pengawasan tegas dibutuhkan.
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy Aditya, menegaskan bahwa literasi dan kemampuan berpikir kritis merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat.
Sidang pemeriksaan pendahuluan perkara tersebut digelar Kamis (4/2) dan dipimpin Ketua MK Suhartoyo, didampingi Hakim Konstitusi Daniel Yusmic P. Foekh dan M. Guntur Hamzah.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
Penempatan Polri di bawah kementerian berpotensi menimbulkan masalah baru dalam sistem komando dan pengambilan keputusan.
Struktur insentif politik Indonesia yang masih tersentralisasi membuat kompetisi elit nasional tetap berlanjut di level daerah.
Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan pers harus menjaga kepercayaan publik di tengah disinformasi dan AI. Kolaborasi media, pemerintah, dan platform digital jadi kunci ruang informasi sehat.
Sepanjang 2025, isu kemerdekaan pers, profesionalisme jurnalistik, serta keberlanjutan ekonomi media menjadi tiga persoalan utama yang saling berkaitan.
Media massa bisa semakin berperan sebagai duta literasi keuangan untuk membantu meningkatkan literasi, inklusi, dan pelindungan konsumen secara langsung di masyarakat.
WALI Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pihaknya membutuhkan media massa untuk mengoptimalkan penginformasian kepada publik.
Broadcast: Jangkau audiens masif! Pelajari definisi, strategi, dan cara efektif sebarkan informasi secara luas. Raih perhatian maksimal!
Di tengah arus informasi yang begitu deras, generasi muda harus memiliki kemampuan literasi media yang kuat agar dapat mencerna informasi dengan cerdas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved