Kamis 08 April 2021, 20:49 WIB

Tiongkok Tuding Balik AS Menghambat Penelitian Covid-19

Mediaindonesia.com | Internasional
Tiongkok Tuding Balik AS Menghambat Penelitian Covid-19

Hector RETAMAL / AFP
Wuhan Institute of Virology di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, dituduh sebagai sumber kebocoran virus korona.

 

Tiongkok menuding balik Amerika Serikat (AS) yang menghambat penelitian mengenai asal-usul Covid-19. "Penelusuran asal-usul Covid-19 memang terhalang oleh (faktor) politis, bukan dari Tiongkok, melainkan dari negara-negara tertentu, termasuk AS," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok (MFA) Zhao Lijian di Beijing, Kamis (8/4).

Pernyataan yang disampaikan dalam pengarahan pers rutin tersebut untuk menanggapi surat terbuka yang ditulis oleh 24 ilmuwan dan peneliti dari Eropa, AS, Australia dan Jepang mengenai penyelidikan baru tentang asal-usul Covid-19.

Dalam surat terbuka itu, para ilmuwan dan peneliti mengkritik hasil penelitian tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bekerja sama dengan tim Tiongkok karena dianggap tidak memiliki kredibilitas dalam menjawab awal mula terjadinya pandemi Covid-19.

Zhao menganggap penyelidikan tersebut memang ternoda oleh faktor politis, namun bukan dari pihak Tiongkok, melainkan oleh beberapa individu dari berbagai negara, termasuk AS. "Tujuan dari surat terbuka itu dengan sendirinya telah menjadi bukti," ujarnya.

Menurut dia, beberapa individu yang mempolitisasi penelitian tersebut telah mengganggu kerja sama Tiongkok dengan WHO.

Sebelumnya WHO telah mengeluarkan laporan mengenai hasil penelitiannya di Wuhan, Provinsi Hubei, sebagai kota pertama ditemukannya kasus Covid-19.

Dalam laporan yang dirilis pada 30 Maret 2021, WHO menyebutkan tidak menemukan jawaban atas asal-usul Covid-19 di Tiongkok.

WHO juga mengabaikan dugaan kebocoran virus dari laboratorium biologi di Wuhan dan merekomendasikan penelitian lebih lanjut mengenai penularan virus antara hewan dan manusia dan penularan melalui makanan beku. (T.M038)

Baca Juga

AFP/Atta Kenare

Badan Atom Iran Sebut Fasilitas Nuklir Diserang Aksi Terorisme

👤Nur Aivanni 🕔Senin 12 April 2021, 07:28 WIB
Kamalvandi mengatakan telah terjadi kecelakaan di bagian sirkuit listrik fasilitas pengayaan di kompleks Natanz dekat...
campaignasia.com

Facebook Habiskan US$23 Juta untuk Keamanan Mark Zuckerberg

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 12 April 2021, 05:00 WIB
Pengajuan baru ke Securities and Exchange Commission menunjukkan bahwa Facebook menghabiskan lebih dari US$23 juta pada tahun lalu untuk...
dw.com

Uni Eropa Tuding Rusia dan Tiongkok Hambat PBB Atas Kudeta Myanma

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 12 April 2021, 04:30 WIB
Dunia menyaksikan dengan ngeri, karena tentara menggunakan kekerasan terhadap rakyatnya...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Modal Bikin Bank Baru kian Besar

 Di ketentuan RPOJK Bank Umum, bagi perbankan yang baru mau berdiri, diwajibkan memenuhi modal inti Rp10 triliun, termasuk untuk pendirian bank digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya