Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH kelompok yang mewakili pemerintah sipil Myanmar yang digulingkan, menyatakan telah mengumpulkan 180.000 bukti pelanggaran HAM dan kekejaman junta militer. Termasuk, penyiksaan dan pembunuhan di luar hukum.
Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi pada 1 Februari lalu. Hampir 600 orang tewas dalam tindakan keras terhadap protes anti-kudeta.
Baca juga: Dukung Aksi Protes, Warga Myanmar Ramai-Ramai Jual Barang Bekas
Komite Mewakili Pyidaungsu Hluttaw (CRPH), sekelompok anggota parlemen dari partai Suu Kyi, menyebut tim kuasa hukum mereka siap bertemu dengan penyelidik PBB untuk membahas dugaan pelanggaran yang dilakukan junta militer.
"CRPH telah menerima 180.000 barang bukti. Bukti ini menunjukkan pelanggaran HAM berskala luas oleh militer," bunyi pernyataan kelompok tersebut.
Pelanggaran itu mencakup lebih dari 540 eksekusi di luar hukum, 10 kematian tahanan, penyiksaan, penahanan ilegal, hingga penggunaan kekuatan yang tidak proporsional terhadap aksi protes damai.
Baca juga: Para Pemimpin ASEAN Siap Bahas Kondisi Politik Myanmar
Demonstrasi yang menyerukan kembalinya demokrasi dan pembebasan Suu Kyi dari tahanan telah mengguncang Myanmar hampir setiap hari. Pasukan keamanan menggunakan peluru karet dan peluru tajam untuk membubarkan demonstrasi dan menahan ribuan aktivis.
Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), sebuah kelompok pemantau lokal, mengatakan 581 warga sipil tewas dalam tindakan keras militer. Lebih dari 2.700 orang ditangkap. Sekitar 50 korban tewas merupakan anak-anak.(AFP/OL-11)
Aung San Suu Kyi kini genap 20 tahun dalam tahanan. Di tengah kondisi kesehatan yang misterius, mampukah "The Lady" mengakhiri perang saudara di Myanmar?
Juru bicara Departemen Keuangan AS membantah adanya motif tersembunyi dalam langkah pencabutan sanksi terhadap kroni junta Myanmar.
FENOMENA autokratisasi secara global yang terjadi saat ini memasuki gelombang ketiga. Pemerintah otoriter lahir dengan cara 'memanfaatkan' sistem demokrasi.
MANTAN Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra, yang berstatus terdakwa, dibebaskan secara bersyarat setelah menjalani hukuman enam bulan dari satu tahun hukumannya.
Bantuan yang diberikan Amerika Serikat ke Gabon akan dihentikan setelah kudeta militer bulan lalu.
KEMENTERIAN Luar Negeri Prancis pada Kamis (14/9), mengumumkan bahwa seorang warganya yang ditahan selama kudeta di Niger telah dibebaskan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved