Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
DUTA Besar Myanmar untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kyaw Moe Tun memohon tindakan dan sanksi yang lebih keras dari komunitas internasional untuk mengakhiri kudeta militer di negaranya.
"Sanksi yang ditargetkan berguna...itulah mengapa kami terus meminta komunitas internasional untuk menjatuhkan sanksi yang ditargetkan pada rezim militer - tidak hanya institusi, tetapi juga perusahaan dan individu mereka," kata Kyaw Moe Tun kepada CNBC "Squawk Box Asia" pada Jumat.
"Pada titik ini, mungkin sulit bagi PBB, terutama Dewan Keamanan PBB. Tetapi jika kita bisa mendapatkan sanksi semacam itu - sanksi yang ditargetkan - yang dijatuhkan oleh anggota atau negara, seperti sekelompok negara yang berpikiran sama, itu akan membantu untuk menekan rezim militer," katanya.
Militer Myanmar merebut kekuasaan pada bulan lalu dan menahan para pemimpin terpilih termasuk peraih Nobel perdamaian Aung San Suu Kyi, yang mengklaim bahwa pemilihan yang diadakan pada November itu curang.
Kudeta tersebut kemudian memicu protes massa di seluruh negeri yang telah dicoba ditekan oleh pasukan keamanan dengan menggunakan taktik yang semakin keras. Ratusan orang terbunuh dan ribuan orang telah ditangkap, lapor Reuters.
Negara-negara Barat mengutuk kudeta itu dan menyerukan agar kekerasan dihentikan. Negara-negara termasuk AS dan Inggris telah menjatuhkan sanksi pada militer, sementara Uni Eropa dilaporkan sedang mempersiapkan tindakan yang serupa.
Awal bulan ini, negara tetangga Myanmar di Asia Tenggara pun meminta semua pihak untuk menahan diri agar tidak memicu kekerasan lebih lanjut dan mencari solusi damai.
Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin Jr. mengatakan kepada CNBC bahwa negaranya telah menuntut agar keadaan di Myanmar dikembalikan seperti semula.
ASEAN, di mana Myanmar adalah salah satu negara anggotanya, memiliki prinsip tidak campur tangan dalam urusan nasional anggotanya. "Saya tidak akan menyetujui penggunaan prinsip itu untuk menutupi pelanggaran oleh tentara terhadap rakyatnya sendiri yang disumpah untuk melindungi," kata Locsin mengenai kudeta yang sedang berlangsung di Myanmar.
Kyaw Moe Tun, utusan Myanmar untuk PBB, sendiri menjadi sasaran junta militer. Dia dipecat oleh militer setelah dia mendesak negara-negara di Majelis Umum PBB untuk menggunakan segala cara yang diperlukan untuk membalikkan kudeta, lapor Reuters. Junta menunjuk duta besarnya sendiri untuk PBB, yang kemudian mengundurkan diri, kata kantor berita itu.
Kyaw Moe Tun mengulangi permohonannya dalam wawancaranya dengan CNBC pada Jumat.
"Kami ingin mencegah segala jenis perang saudara di Myanmar, oleh karena itu kami terus meminta bantuan dari komunitas internasional untuk melindungi rakyat Myanmar dan menekan rezim militer untuk mengubah tindakan mereka. Kudeta militer harus gagal, demokrasi harus menang di Myanmar," tandasnya. (CNBC/Nur/OL-09)
PEMERINTAH Tiongkok mengeksekusi 11 terpidana, termasuk anggota keluarga Ming, yang terlibat jaringan penipuan telekomunikasi lintas negara serta pembunuhan berencana di Myanmar.
Aung San Suu Kyi kini genap 20 tahun dalam tahanan. Di tengah kondisi kesehatan yang misterius, mampukah "The Lady" mengakhiri perang saudara di Myanmar?
PARTAI yang berafiliasi dengan militer dan selama ini mendominasi politik Myanmar mengeklaim kemenangan besar dalam tahap pertama pemilihan umum yang digelar junta militer.
DIREKTORAT Pelindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri, bekerja sama dengan KBRI Yangon dan KBRI Bangkok, kembali memulangkan 54 WNI dari perbatasan Myanmar-Thailand.
KBRI di Yangon melaporkan bahwa sebanyak 56 WNI yang terdampak operasi penertiban pusat online scam dan online gambling di kawasan KK Park dan Shwe Kokko, Myawaddy.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan bahwa pola tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Indonesia semakin berkembang dan kian sulit dideteksi.
Tim pencari fakta PBB melaporkan kondisi memprihatinkan warga sipil Iran yang terjepit di antara serangan udara AS-Israel dan represi pemerintah yang kian sistematis.
Iran menyatakan empat diplomat mereka tewas dalam serangan udara yang diluncurkan Israel ke sebuah hotel di Beirut, Libanon, pekan lalu.
Duta Besar Iran untuk PBB menuduh serangan udara AS dan Israel sengaja menargetkan area residensial. Ribuan bangunan hancur dan ancaman hujan asam mengintai.
Laporan terbaru PBB mengungkap keterlibatan langsung Vladimir Putin dalam deportasi ribuan anak Ukraina ke Rusia.
Menlu Iran Abbas Araqchi kecam Sekjen PBB karena lebih cemas pada ekonomi global daripada pembantaian warga sipil, termasuk 175 anak-anak di Kota Minab.
Tiga personel pasukan perdamaian PBB terluka setelah markas mereka di Libanon selatan dihantam serangan yang diduga dilancarkan Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved