Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
DUTA Besar Myanmar untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kyaw Moe Tun memohon tindakan dan sanksi yang lebih keras dari komunitas internasional untuk mengakhiri kudeta militer di negaranya.
"Sanksi yang ditargetkan berguna...itulah mengapa kami terus meminta komunitas internasional untuk menjatuhkan sanksi yang ditargetkan pada rezim militer - tidak hanya institusi, tetapi juga perusahaan dan individu mereka," kata Kyaw Moe Tun kepada CNBC "Squawk Box Asia" pada Jumat.
"Pada titik ini, mungkin sulit bagi PBB, terutama Dewan Keamanan PBB. Tetapi jika kita bisa mendapatkan sanksi semacam itu - sanksi yang ditargetkan - yang dijatuhkan oleh anggota atau negara, seperti sekelompok negara yang berpikiran sama, itu akan membantu untuk menekan rezim militer," katanya.
Militer Myanmar merebut kekuasaan pada bulan lalu dan menahan para pemimpin terpilih termasuk peraih Nobel perdamaian Aung San Suu Kyi, yang mengklaim bahwa pemilihan yang diadakan pada November itu curang.
Kudeta tersebut kemudian memicu protes massa di seluruh negeri yang telah dicoba ditekan oleh pasukan keamanan dengan menggunakan taktik yang semakin keras. Ratusan orang terbunuh dan ribuan orang telah ditangkap, lapor Reuters.
Negara-negara Barat mengutuk kudeta itu dan menyerukan agar kekerasan dihentikan. Negara-negara termasuk AS dan Inggris telah menjatuhkan sanksi pada militer, sementara Uni Eropa dilaporkan sedang mempersiapkan tindakan yang serupa.
Awal bulan ini, negara tetangga Myanmar di Asia Tenggara pun meminta semua pihak untuk menahan diri agar tidak memicu kekerasan lebih lanjut dan mencari solusi damai.
Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin Jr. mengatakan kepada CNBC bahwa negaranya telah menuntut agar keadaan di Myanmar dikembalikan seperti semula.
ASEAN, di mana Myanmar adalah salah satu negara anggotanya, memiliki prinsip tidak campur tangan dalam urusan nasional anggotanya. "Saya tidak akan menyetujui penggunaan prinsip itu untuk menutupi pelanggaran oleh tentara terhadap rakyatnya sendiri yang disumpah untuk melindungi," kata Locsin mengenai kudeta yang sedang berlangsung di Myanmar.
Kyaw Moe Tun, utusan Myanmar untuk PBB, sendiri menjadi sasaran junta militer. Dia dipecat oleh militer setelah dia mendesak negara-negara di Majelis Umum PBB untuk menggunakan segala cara yang diperlukan untuk membalikkan kudeta, lapor Reuters. Junta menunjuk duta besarnya sendiri untuk PBB, yang kemudian mengundurkan diri, kata kantor berita itu.
Kyaw Moe Tun mengulangi permohonannya dalam wawancaranya dengan CNBC pada Jumat.
"Kami ingin mencegah segala jenis perang saudara di Myanmar, oleh karena itu kami terus meminta bantuan dari komunitas internasional untuk melindungi rakyat Myanmar dan menekan rezim militer untuk mengubah tindakan mereka. Kudeta militer harus gagal, demokrasi harus menang di Myanmar," tandasnya. (CNBC/Nur/OL-09)
Min Aung Hlaing mengonsolidasikan kekuasaan yang direbutnya dalam kudeta militer 2021 untuk menggulingkan pemerintahan sipil Aung San Suu Kyi.
PEMERINTAH Tiongkok mengeksekusi 11 terpidana, termasuk anggota keluarga Ming, yang terlibat jaringan penipuan telekomunikasi lintas negara serta pembunuhan berencana di Myanmar.
Aung San Suu Kyi kini genap 20 tahun dalam tahanan. Di tengah kondisi kesehatan yang misterius, mampukah "The Lady" mengakhiri perang saudara di Myanmar?
PARTAI yang berafiliasi dengan militer dan selama ini mendominasi politik Myanmar mengeklaim kemenangan besar dalam tahap pertama pemilihan umum yang digelar junta militer.
DIREKTORAT Pelindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri, bekerja sama dengan KBRI Yangon dan KBRI Bangkok, kembali memulangkan 54 WNI dari perbatasan Myanmar-Thailand.
KBRI di Yangon melaporkan bahwa sebanyak 56 WNI yang terdampak operasi penertiban pusat online scam dan online gambling di kawasan KK Park dan Shwe Kokko, Myawaddy.
AMERIKA Serikat mengusir Wakil Duta Besar Iran untuk PBB Saadat Aghajani. Ia diusir sejak Desember 2026 atas alasan keamanan nasional.
Fraksi PAN DPR RI mengutuk keras serangan Israel terhadap pasukan perdamaian PBB di Libanon yang menewaskan prajurit TNI dalam misi UNIFIL.
Pola tersebut menunjukkan bahwa lebih banyak negara sedang bernegosiasi dengan Iran untuk mengamankan jalur bagi kapal melalui Selat Hormuz.
PBB dinilai harus mengambil langkah tegas, mulai dari penyelidikan menyeluruh hingga pemberian sanksi terhadap pihak yang bertanggung jawab.
MABES TNI mengirimkan 756 pasukan baru ke Libanon sebagai bagian dari misi perdamaian PBB. Ratusan pasukan itu akan bergabung dalam UNIFIL Mei 2026
Desak PBB Transparan, Menko Polkam Soroti Serangan di Libanon yang Tewaskan Prajurit TNI
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved