Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSATUAN Bangsa-Bangsa (PBB) menilai negara miskin akan mengalami dampak terparah di tengah pelemahan ekonomi global akibat pandemi covid-19. Diketahui, ekonomi global pada 2020 lalu menderita kerugian hingga US$10 triliun.
Meski lembaga internasional belum lama ini merevisi proyeksi ekonomi global pada 2021, namun United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) menyebut tanda-tanda pandemi berakhir muncul dengan masalah pra-krisis yang belum terselesaikan.
Adapun ekonomi global diperkirakan tumbuh sebesar 4,7% pada tahun ini, atau naik dari prediksi beberapa waktu lalu, yakni sebesar 4,3%. Proyeksi itu dikemukakan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).
Baca juga: WHO Janjikan Negara Miskin Dapat Vaksin Covid-19
Perkembangan kasus covid-19 di Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu faktor untuk merevisi proyeksi tersebut. Ditambah upaya vaksinasi covid-19 dan paket stimulus bantaun dari pemerintah AS.
Kendati demikian, dampak ekonomi global bisa lebih memburuk, jika tahun ini melanjutkan tren sebelum krisis pandemi. Mulai dari ketimpangan sosial, utang negara, hingga minimnya investasi, yang kemudian diperparah krisis.
Baca juga: Menlu: Diplomasi Vaksin Bisa Percepat Pemulihan Global
“Pukulan berat terhadap ekonomi global dirasakan di negara-negara berkembang dengan ruang fiskal terbatas. Pengetatan kendala neraca pembayaran dan dukungan internasional yang tidak memadai,” bunyi pernyataan UNCTAD.
Laporan lembaga yang berbasis di Jenewa, Swiss, menggambarkan periode 2020 sebagai "annus horribilis". Namun, mereka mengakui bahwa penurunan tahunan terbesar dalam produksi global sejak 1930-an, bisa menjadi lebih buruk.
Tindakan awal sejumlah bank sentral untuk menghindari krisis keuangan, paket stimulus dari pemerintah, pemulihan arus modal, perbaikan harga komoditas, hingga percepatan vaksinasi, dapat menurunkan potensi deflasi yang lebih ganas.(Guardian/OL-11)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Studi Nature Communications ungkap pandemi Covid-19 mempercepat penuaan otak rata-rata 5,5 bulan, meski tanpa infeksi. Siapa yang paling terdampak?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved