Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Luar Negeri Rusia mendesak pemerintah AS untuk tidak bermain api setelah Washington, pada Selasa (2/3), mengumumkan sanksi terhadap individu dan entitas Rusia atas dugaan keracunan kritikus Kremlin Alexei Navalny.
Dalam sebuah pernyataan daring, kementerian luar negeri menyebut sanksi AS sebagai serangan anti-Rusia yang bermusuhan dengan dalih yang tidak masuk akal.
"Terlibat dalam masalah internalnya sendiri, Gedung Putih kembali mencoba menumbuhkan citra musuh eksternal. Kami telah berulang kali mengomentari kebijakan Amerika ini, yang tanpa logika dan makna dan hanya semakin memperburuk hubungan bilateral," kata pernyataan tersebut.
Baca juga: Pengkritik Putin, Alexei Navalny Kecam Kasus Pidananya
Kementerian tersebut mengatakan Rusia akan membalas berdasarkan prinsip timbal balik dan terus dengan tegas membela kepentingan nasionalnya.
Kementerian meminta Amerika Serikat untuk menghormati kewajibannya dan menghancurkan senjata kimia, yang tidak dimiliki Rusia sejak 2017. (Xinhua/OL-5)
Update Perang Ukraina Hari 1.437: Rusia-Ukraina jeda serang energi atas saran Trump. Sementara, Rusia klaim kuasai wilayah baru & Zelenskyy tantang Putin ke Kyiv.
KEPALA Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev, pada Selasa (27/1), mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas dapat mendorong perdamaian di Ukraina.
Kremlin sebut Uni Eropa inkompeten dan tolak dialog dengan Kaja Kallas terkait perang Ukraina. Moskow pilih jalur komunikasi langsung dengan AS tanpa melibatkan UE.
Perundingan damai Ukraina-Rusia di Abu Dhabi, Emirat Arab, berakhir tanpa kesepakatan di tengah serangan masif rudal Rusia ke Kyiv yang memutus listrik 1,2 juta rumah warga.
Amerika Serikat menilai Rusia dan Ukraina mencatat kemajuan penting setelah sepakat melanjutkan perundingan damai langsung di Abu Dhabi, meski konflik dan perbedaan utama masih membayangi.
Serangan besar Rusia menghantam Kyiv dan Kharkiv, menewaskan satu orang dan melukai sedikitnya 23 lainnya. Serangan drone dan rudal terjadi di tengah upaya diplomasi damai.
Pengadilan di Moskow memerintahkan penangkapan in absentia terhadap Yulia Navalnaya, istri dari politisi oposisi Alexey Navalny, dengan tuduhan berpartisipasi dalam organisasi ekstremis.
Majalah Forbes memasukkannya sebagai salah satu orang terkaya di struktur militer Rusia.
Para pendukung Navalny di Rusia, meskipun tanpa harapan untuk perubahan politik, menemukan dukungan bersama dalam menghadapi pemerintahan keras Vladimir Putin.
Yulia Navalnaya meneruskan perjuangan suaminya, Alexei Navalny melawan Putin dengan gerakan Siang Melawan Putin, di mana warga ke TPS memilih kandidat selain Putin.
Leonid Volkov, figur oposisi utama Rusia dan sekutu dekat mendiang pemimpin oposisi Alexei Navalny, mengalami serangan di luar rumahnya di Lithuania, Selasa (12/3).
Sebanyak 43 negara mendesak penyelidikan internasional atas kematian oposisi Rusia Alexei Navalny.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved