Selasa 02 Maret 2021, 20:25 WIB

Indonesia Ajak ASEAN Prioritaskan Keselamatan Rakyat Myanmar

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Indonesia Ajak ASEAN Prioritaskan Keselamatan Rakyat Myanmar

STR / AFP
Pengunjukrasa ditembak dengan gas air mata oleh militer Myanmar di Yangoon.

 

MENTERI Luar Negeri RI Retno Marsudi turut hadir dalam pertemuan informal secara virtual dengan para Menlu di kawasan ASEAN untuk membahas perkembangan situasi di Myanmar yang semakin mengkhawatirkan.

Dalam pertemuan tersebut, Retno menekankan bahwa keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Myanmar harus menjadi prioritas nomor satu. Oleh karena itu, dia mendesak pasukan keamanan Myanmar untuk menahan diri dan tidak menggunakan kekuatan dan kekerasan.

Retno juga mengajak ASEAN untuk turut berperan dalam membantu keperluan kemanusiaan.

“Indonesia menekankan pentingnya akses kemanusiaan bagi semua orang yang memerlukan, termasuk para tahanan politik,” kata Retno dalam konferensi pers, Selasa (2/3).

“ASEAN telah memiliki ASEAN AdHoc Task Force for Rakhine State yang dapat diperkuat untuk menjalankan misi ini. Saya juga sampaikan, Sekjen ASEAN juga dapat menjajaki kerja sama kemanusiaan terkait kerja sama vaksin,” tambahnya.

Baca juga: Junta Myanmar Imbau Pasukan Keamanan tidak Gunakan Peluru Tajam

Selain itu, Retno juga menilai restorasi demokrasi kembali ke situasi normal harus terus didorong. Keinginan, kepentingan, dan suara rakyat Myanmar harus dihormati.

“Indonesia mendesak agar semua pihak terkait untuk memulai dialog dan komunikasi. Dan Kondisi yang kondusif bagi komunikasi dan dialog harus segera diciptakan termasuk melepaskan tahanan politik,: tegasnya.

Menurutnya, komunikasi dan dialog internal antara sesama pemangku kepentingan di Myanmar selalu menjadi pilihan terbaik. Namun, dia yakin ASEAN juga siap untuk memfasilitasi dialog tersebut jika diminta.

Terakhir, Retno meminta agar perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan kawasan harus terus dijaga.

“Indonesia menekankan bahwa semua negara anggota ASEAN memiliki kewajiban untuk menjaga situasi ini. Jika kita gagal mempertahankan situasi ini, maka kita tidak akan dapat mewariskan perdamaian kepada anak dan cucu kita,” ujarnya.

“Keinginan dan niat baik ASEAN untuk membantu tidak akan dapat dijalankan jika Myanmar tidak membuka pintu bagi ASEAN,” tandasnya. (OL-4)

Baca Juga

dok.medcom

Jumlah Kasus Covid-19 di Jerman Tembus 3 Juta

👤Nur Aivanni 🕔Senin 12 April 2021, 14:10 WIB
JUMLAH infeksi covid-19 di Jerman telah melampaui angka tiga juta. Demikiam menurut angka yang diterbitkan pada Senin (12/4/2021) oleh...
medcom.id

Topan Hancurkan Rumah & Putus Aliran Listrik di Australia Barat

👤Nur Aivanni 🕔Senin 12 April 2021, 12:31 WIB
Topan tropis Seroja diturunkan peringkatnya setelah menghantam ke sistem kategori dua dan diperkirakan akan terus melemah sepanjang...
AFP/	ALEXANDER DRAGO

Menlu AS Peringatkan Tiongkok yang Semakin Agresif terhadap Taiwan

👤Nur Aivanni 🕔Senin 12 April 2021, 12:04 WIB
"Yang bisa saya katakan adalah kami memiliki komitmen serius agar Taiwan dapat mempertahankan diri. Kami memiliki komitmen serius...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Modal Bikin Bank Baru kian Besar

 Di ketentuan RPOJK Bank Umum, bagi perbankan yang baru mau berdiri, diwajibkan memenuhi modal inti Rp10 triliun, termasuk untuk pendirian bank digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya