Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNHCR, pada Senin (22/2), menyerukan penyelamatan segera sekelompok pengungsi Rohingya yang terombang-ambing di perahu mereka di Laut Andaman.
Para pengungsi terombang-ambing tanpa makanan atau minuman, dan banyak yang jatuh sakit serta menderita dehidrasi ekstrem. Badan tersebut mengatakan pihaknya memahami beberapa penumpang telah meninggal, dengan kematian meningkat selama akhir pekan di atas kapal yang telah meninggalkan distrik pesisir Cox's Bazar di Bangladesh sekitar 10 hari yang lalu dan mengalami kerusakan mesin.
"Dengan tidak adanya informasi yang tepat mengenai lokasi pengungsi, kami telah memperingatkan pihak berwenang dari negara-negara maritim terkait tentang laporan ini dan meminta bantuan cepat mereka," kata Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) dalam sebuah pernyataan.
Baca juga : Junta Militer Myanmar Ancam Pengunjuk Rasa
"Tindakan segera diperlukan untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah tragedi lebih lanjut," katanya, yang menawarkan untuk mendukung pemerintah dengan memberikan bantuan kemanusiaan dan tindakan karantina bagi mereka yang diselamatkan.
Seorang pejabat senior Penjaga Pantai India mengatakan kepada Reuters bahwa kapal tersebut telah dilacak dan dilaporkan aman, tetapi kondisi para penumpang tersebut belum diketahui.
Rohingya adalah minoritas Muslim yang mengalami penganiayaan di Myanmar yang mayoritas beragama Buddha dan banyak yang melarikan diri dengan perahu reyot. Mereka menghadapi perjalanan yang seringkali berbahaya dengan harapan bisa mencapai Malaysia dan Indonesia. Ratusan ribu Rohingya melarikan diri dari tindakan keras mematikan oleh pasukan keamanan Myanmar pada tahun 2017. (Straits Times/OL-2)
PULUHAN warga Rohingya, termasuk anak-anak, tewas dalam serangan artileri dan drone yang menargetkan warga sipil ketika mereka mencoba melarikan diri dari Myanmar pekan lalu.
SEBANYAK 190 orang pengungsi Rohingya yang ditampung sementara di wilayah Aceh Besar melarikan diri dalam kurun waktu 2023.
Pengungsi Rohingya yang ditampung di pinggir Pantai Gampong Blang Raya, Kabupaten Pidie, dipindahkan jauh dari pemukiman penduduk setempat.
SEKITAR 135 pengungsi Rohingya yang telah mendarat di Dusun Blang Ulam, Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, Aceh, dilaporkan telah berjalan jauh dari kapal
Setiap penumpang kapal dikenakan biaya sebesar 50 ribu Bangladeshi Taka atau sekitar Rp 7 juta untuk anak-anak, dan 100 ribu Taka atau sekitar Rp 14 juta untuk dewasa.
PEMERINTAH Indonesia segera melakukan uji kelayakan pengungsi Rohingya untuk memastikan yang datang itu benar-benar merupakan pengungsi?
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto.
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Proses distribusi dilakukan secara terukur agar bantuan tepat sasaran sesuai dengan eskalasi kebutuhan di setiap lokasi.
Selain warga Jakarta Barat, terdapat delapan KK warga Kelurahan Cipete Utara yang terpaksa mengungsi di Mushalla Nurul Iman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved