Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) mendesak pemimpin rezim militer baru Myanmar untuk melepaskan kekuasaan. Serta, menahan tindak kekerasan menyusul seorang pengunjuk rasa dilaporkan tewas akibat tembakan.
Sebagian besar wilayah Myanmar gempar sejak pasukan militer menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi pada 1 Februari. Tidak terima, warga pun menggelar aksi protes besar-besaran di berbagai wilayah.
Pasukan keamanan menanggapi aksi protes dengan meningkatkan kekuatan. Serta, mengerahkan pasukan untuk melawan demonstrasi damai dan menembakkan gas air mata hingga peluru karet.
Baca juga: PBB Peringatkan Militer Myanmar tidak Serang Demonstran
Kecaman terhadap kekerasan militer semakin sengit. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken telah mengadakan pembicaraan dengan negara-negara sekutu dalam beberapa hari terakhir. Mereka mendesak tanggapan internasional yang tegas terhadap militer Myanmar.
"Kami mengulangi seruan kami pada militer Burma untuk menahan diri dari kekerasan terhadap pengunjuk rasa damai," terang juru bicara Ned Price kepada wartawan.
Sebelumnya, seorang dokter di Naypyidaw mengumumkan kematian pertama yang dikonfirmasi dalam aksi protes tersebut. Mya Thwate Thwate Khaing, warga berusia 20 tahun, ditembak di kepala saat ikut berdemo di wilayah Ibu Kota pekan lalu.
Baca juga: UE Pertimbangkan Sanksi terhadap Militer Myanmar atas Kudeta
Sejak saat itu, Khaing menjadi simbol perlawanan bagi pengunjuk rasa. Mereka mengangkat fotonya tinggi-tinggi dalam aksi protes menolak kekuasaan militer. "Kami akan menganggap Anda sebagai martir kami," bunyi salah satu penghormatan di media sosial kepada Mya Thwate Thwate Khaing.
Hampir 550 orang telah ditahan sejak kudeta militer di Myanmar. Di antaranya, pekerja kereta api, pegawai negeri dan karyawan bank, yang bergabung dalam kampanye pembangkangan sipil untuk melawan kekuasaan militer.(France24/OL-11)
Aung San Suu Kyi kini genap 20 tahun dalam tahanan. Di tengah kondisi kesehatan yang misterius, mampukah "The Lady" mengakhiri perang saudara di Myanmar?
PARTAI yang berafiliasi dengan militer dan selama ini mendominasi politik Myanmar mengeklaim kemenangan besar dalam tahap pertama pemilihan umum yang digelar junta militer.
DIREKTORAT Pelindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri, bekerja sama dengan KBRI Yangon dan KBRI Bangkok, kembali memulangkan 54 WNI dari perbatasan Myanmar-Thailand.
KBRI di Yangon melaporkan bahwa sebanyak 56 WNI yang terdampak operasi penertiban pusat online scam dan online gambling di kawasan KK Park dan Shwe Kokko, Myawaddy.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan bahwa pola tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Indonesia semakin berkembang dan kian sulit dideteksi.
Alat pelacak, yang dipasang otoritas narkotika Thailand, menunjukkan bahwa bahan kimia tersebut bergerak ke utara menuju perbatasan Myanmar.
Aung San Suu Kyi kini genap 20 tahun dalam tahanan. Di tengah kondisi kesehatan yang misterius, mampukah "The Lady" mengakhiri perang saudara di Myanmar?
Juru bicara Departemen Keuangan AS membantah adanya motif tersembunyi dalam langkah pencabutan sanksi terhadap kroni junta Myanmar.
FENOMENA autokratisasi secara global yang terjadi saat ini memasuki gelombang ketiga. Pemerintah otoriter lahir dengan cara 'memanfaatkan' sistem demokrasi.
MANTAN Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra, yang berstatus terdakwa, dibebaskan secara bersyarat setelah menjalani hukuman enam bulan dari satu tahun hukumannya.
Bantuan yang diberikan Amerika Serikat ke Gabon akan dihentikan setelah kudeta militer bulan lalu.
KEMENTERIAN Luar Negeri Prancis pada Kamis (14/9), mengumumkan bahwa seorang warganya yang ditahan selama kudeta di Niger telah dibebaskan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved