Sabtu 20 Februari 2021, 12:57 WIB

AS Desak Militer Myanmar Lepaskan Kekuasaan

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
AS Desak Militer Myanmar Lepaskan Kekuasaan

AFP
Aksi protes masyarakat terhadap kudeta militer di Myanmar.

 

AMERIKA Serikat (AS) mendesak pemimpin rezim militer baru Myanmar untuk melepaskan kekuasaan. Serta, menahan tindak kekerasan menyusul seorang pengunjuk rasa dilaporkan tewas akibat tembakan.

Sebagian besar wilayah Myanmar gempar sejak pasukan militer menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi pada 1 Februari. Tidak terima, warga pun menggelar aksi protes besar-besaran di berbagai wilayah.

Pasukan keamanan menanggapi aksi protes dengan meningkatkan kekuatan. Serta, mengerahkan pasukan untuk melawan demonstrasi damai dan menembakkan gas air mata hingga peluru karet.

Baca juga: PBB Peringatkan Militer Myanmar tidak Serang Demonstran

Kecaman terhadap kekerasan militer semakin sengit. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken telah mengadakan pembicaraan dengan negara-negara sekutu dalam beberapa hari terakhir. Mereka mendesak tanggapan internasional yang tegas terhadap militer Myanmar.

"Kami mengulangi seruan kami pada militer Burma untuk menahan diri dari kekerasan terhadap pengunjuk rasa damai," terang juru bicara Ned Price kepada wartawan.

Sebelumnya, seorang dokter di Naypyidaw mengumumkan kematian pertama yang dikonfirmasi dalam aksi protes tersebut. Mya Thwate Thwate Khaing, warga berusia 20 tahun, ditembak di kepala saat ikut berdemo di wilayah Ibu Kota pekan lalu. 

Baca juga: UE Pertimbangkan Sanksi terhadap Militer Myanmar atas Kudeta

Sejak saat itu, Khaing menjadi simbol perlawanan bagi pengunjuk rasa. Mereka mengangkat fotonya tinggi-tinggi dalam aksi protes menolak kekuasaan militer. "Kami akan menganggap Anda sebagai martir kami," bunyi salah satu penghormatan di media sosial kepada Mya Thwate Thwate Khaing.

Hampir 550 orang telah ditahan sejak kudeta militer di Myanmar. Di antaranya, pekerja kereta api, pegawai negeri dan karyawan bank, yang bergabung dalam kampanye pembangkangan sipil untuk melawan kekuasaan militer.(France24/OL-11)

 

Baca Juga

AFP

Saudi Tolak Penilaian AS tentang Pembunuhan Khashoggi

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 07:13 WIB
Laporan AS tersebut mengatakan bahwa mengingat pengaruh Pangeran Mohammed, sangat tidak mungkin pembunuhan itu terjadi tanpa lampu hijau...
AFP/Mario Tama

CDC: AS Telah Berikan 70,5 Juta Dosis Vaksin Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 07:00 WIB
Menurut CDC, penghitungan dosis vaksin tersebut untuk Moderna dan Pfizer/BioNTech pukul 06.00 ET pada Jumat, kata badan...
Yasin AKGUL / AFP

AS Jatuhkan Sanksi pada Unit Elite Saudi atas Pembunuhan Khashoggi

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 06:45 WIB
Presiden AS Joe Biden mendeklasifikasi laporan intelijen yang menemukan bahwa Putra Mahkota Mohammed memerintahkan pembunuhan Khashoggi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya