Sabtu 20 Februari 2021, 06:42 WIB

G7 Janjikan Bantuan US$7,5 Miliar untuk Vaksinasi di Negara Miskin

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
G7 Janjikan Bantuan US$7,5 Miliar untuk Vaksinasi di Negara Miskin

AFP
Bendera negara anggota G7 yang terpasang di sebuah pertemuan.

 

KELOMPOK negara-negara kaya atau G7 menjanjikan dana bantuan sebesar US$7,5 miliar untuk mempercepat distribusi vaksin covid-19 di sejumlah negara miskin

Negara anggota G7 diperkirakan telah membeli sekitar 1,5 miliar dosis vaksin, atau lebih banyak dari kebutuhan penduduk mereka. Namun, setiap perkiraan bergantung pada berbagai variabel.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang memimpin KTT G7, sebelumnya menyebut negaranya siap memberikan sebagian besar surplus vaksin kepada sistem COVAX, yang dipimpin PBB untuk mendistribusikan vaksin ke sejumlah negara miskin.

Baca juga: Prancis Desak Eropa dan AS Sisihkan 5% Vaksin untuk Negara Miskin

Adapun Presiden Prancis Emmanuel Macron mengajak negara barat untuk menargetkan 6,5 juta pekerja kesehatan di wilayah Afrika, yang membutuhkan 13 juta dosis vaksin.

“Jumlah itu mencapai 3,4% dari pasokan yang ada di Eropa dan harus segera dikirim. Apabil  Barat tidak bertindak cepat, negara-negara Afrika akan terpaksa beralih ke Rusia, Tiongkok dan perusahaan farmasi,” pungkas Macron.

Pemerintahan Joe Biden menjanjikan US$4 miliar bersyarat untuk COVAX. Uni Eropa juga menjanjikan bantuan sebesar US$140 juta dalam bentuk barang ke Afrika untuk proses vaksinasi. 

Baca juga: WHO Minta Semua Negara Sabar Tunggu Pasokan Vaksin Covid-19

Jerman secara terpisah memberikan bantuan tambahan US$1,8 miliar, yang meningkatkan kontribusi sebelumnya sebesar US$800 juta. Sementara itu, Inggris telah menyumbang US$766 juta untuk COVAX

Dalam pernyataan bersama, kelompok G7 secara kolektif telah memberikan US$7,5 miliar untuk skema tersebut. Kanselir Jerman,Angela Merkel mengatakan kepada wartawan setelah KTT bahwa, “Kami juga memiliki kewajiban terhadap warga negara kami sendiri. Harus ada keseimbangan."

Merkel bersumpah bahwa tidak ada satu pun janji vaksinasi Jerman yang akan terpengaruh upaya untuk meningkatkan dorongan global. Di sisi lain, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengungkapkan bahwa 75% vaksin telah dimonopoli 10 negara. Lebih dari 100 negara belum menerima satu dosis vaksin pun.(Guardian/OL-11)

Baca Juga

AFP

Saudi Tolak Penilaian AS tentang Pembunuhan Khashoggi

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 07:13 WIB
Laporan AS tersebut mengatakan bahwa mengingat pengaruh Pangeran Mohammed, sangat tidak mungkin pembunuhan itu terjadi tanpa lampu hijau...
AFP/Mario Tama

CDC: AS Telah Berikan 70,5 Juta Dosis Vaksin Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 07:00 WIB
Menurut CDC, penghitungan dosis vaksin tersebut untuk Moderna dan Pfizer/BioNTech pukul 06.00 ET pada Jumat, kata badan...
Yasin AKGUL / AFP

AS Jatuhkan Sanksi pada Unit Elite Saudi atas Pembunuhan Khashoggi

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 06:45 WIB
Presiden AS Joe Biden mendeklasifikasi laporan intelijen yang menemukan bahwa Putra Mahkota Mohammed memerintahkan pembunuhan Khashoggi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya