Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Kekerasan masih terjadi di wilayah Sudan Selatan dalam satu tahun setelah perjanjian damai ditandatangani untuk mengakhiri perang sipil yang sudah berlangsung sejak tahun 2013, demikian menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dirilis Jumat (19/2).
Serangan kelompok bersenjata terhadap masyarakat sipil meningkat di tahun 2020, dan para korban disasar berdasarkan etnisnya, seringkali dengan bantuan pasukan pemerintah atau oposisi, menurut laporan Komisi Hak Asasi Manusia PBB di Sudan Selatan.
Dalam laporan disebutkan bahwa ratusan orang terbunuh, sementara ratusan ribu lainnya mengungsi selama terjadinya pertempuran di area Equatoria Pusat, Warrap, Jonglei, dan wilayah Pibor.
Perempuan dan anak perempuan "diculik, diperkosa, diperkosa beramai-ramai, diperbudak secara seksual, dan dalam beberapa kasus dipaksa menikah," kata Komisi HAM PBB.
Skala kekerasan melampaui yang terjadi di 2013 hingga 2019, kata Ketua Komisi Yasmin Sooka.
Anggota Komisi, Andrew Clapham, menyebut skala kekerasan dan fakta bahwa kelompok lokal menggunakan senjata yang lebih baru menunjukkan kemungkinan keterlibatan kekuatan negara atau aktor eksternal.
Pelaksana tugas juru bicara militer Sudan Selatan, Santo Domic Chol, menyebut ini bukan kali pertama Komisi HAM PBB mengeluarkan laporan serupa. "Kami tidak menentang laporan Anda, namun Anda harus membagikannya kepada kami sehingga jika terdapat hal-hal yang salah yang dilakukan oleh lembaga kami, kami dapat berubah," kata dia.
Domic Chol menambahkan bahwa bagaimanapun, pemerintah dan pihak militer tidak akan menerima kampanye negatif terhadap institusi yang dijalankan melalui media.
Sudan Selatan mendapatkan kemerdekaan dari Sudan pada 2011, setelah beberapa dekade melancarkan perang sipil. Kekerasan muncul pada akhir 2013, setelah Presiden Salva Kiir, yang berasal dari kelompok etnis Dinka, memecat wakil presiden Riek Machar, dari etnis Nuer.
Kedua tokoh itu telah menandatangani sejumlah perjanjian untuk mengakhiri perang yang diperkirakan telah menewaskan lebih dari 400.000 orang. Mereka berulang kali memundurkan tenggat untuk membentuk pemerintahan persatuan nasional, namun berhasil melakukannya tahun lalu.
Pada Februari 2020, Kiir berjanji untuk menjanjikan Machar--yang sebelumnya pemimpin pemberontak--sebagai wakilnya kembali. Pemerintah kemudian memohon pendanaan agar dapat melaksanakan perjanjian tersebut, dengan menyebut tidak tidaknya cukup dana untuk melakukannya. (Ant/OL-12)
KPU proses penyusunan peraturan teknis penyelenggaraan pemilu atau legal drafting akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan dilakukan secara terbuka.
Koalisi masyarakat sipil mendesak Presiden Prabowo Subianto menarik militer dari wilayah dan urusan sipil, dengan mengembalikan TNI dalam fungsi konstitusionalnya.
Wamenkum Sebut RUU KUHAP Berasal dari Usulan Masyarakat
KANTOR Kontras di Jalan Kramat II, Kwitang, Jakarta Pusat didatangi tiga orang tidak dikenal pada Minggu (16/3) dini hari, sekitar pukul 00.16 WIB
KETUA Komisi I DPR RI Utut Adianto menyikapi adanya kritik dan aksi protes yang disampaikan Koalisi Masyarakat Sipil, khususnya KontraS terhadap revisi UU TNI.
PENURUNAN skor dan peringkat Indonesia dalam indeks demokrasi 2024 yang dirilis Economist Intelligence Unit (EIU) menunjukkan adanya proses otoritarianisasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved