Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN AS Joe Biden meminta Kongres untuk memberlakukan reformasi hukum senjata yang masuk akal, tiga tahun setelah penembakan sekolah di Parkland, Florida.
"Pemerintahan ini tidak akan menunggu penembakan massal berikutnya untuk memperhatikan seruan itu," kata Biden dalam sebuah pernyataan.
"Kami akan mengambil tindakan untuk mengakhiri epidemi kekerasan senjata kami dan membuat sekolah serta komunitas kami lebih aman," tambahnya.
Biden ingin Kongres mengesahkan undang-undang yang membutuhkan pemeriksaan latar belakang pada semua penjualan senjata dan melarang senapan serbu dan magasin berkapasitas tinggi.
Pelaku penembakan sekolah di Parkland, Florida, Nikolas Cruz, yang saat itu berusia 19 tahun, dipersenjatai dengan senapan serbu AR-15 dan menembakkan antara 100 dan 150 peluru dalam amukan yang menewaskan 14 siswa dan tiga staf di Sekolah Menengah Marjory Stoneman Douglas.
"Kongres juga harus menghilangkan kekebalan bagi produsen senjata yang dengan sengaja meletakkan senjata perang di jalan kita," ungkap Biden.
Baca juga: Penyintas Penembakan Florida Mulai Berunjuk Rasa
Cruz dapat membeli senapan serbu secara legal, meskipun diketahui memiliki masalah kesehatan mental.
Bahkan di negara yang telah terbiasa dengan penembakan massal dan kekerasan senjata, penembakan di Florida memicu kemarahan di seluruh AS dan mendorong tuntutan baru untuk pengendalian senjata api.
Tetapi dengan Donald Trump di Gedung Putih dan Partai Republik mengendalikan Senat pada saat itu, undang-undang yang disetujui oleh Demokrat di DPR tidak berhasil.
Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan DPR akan mencoba lagi.
Meskipun jajak pendapat menemukan bahwa sebagian besar orang Amerika mendukung semacam reformasi hukum senjata, pemerintah AS berturut-turut tidak berdaya untuk meloloskan undang-undang.
"Saatnya bertindak sekarang," tukas Biden.(AFP/OL-5)
Video terbaru mengungkap kronologi penembakan Renee Nicole Good oleh agen ICE di Minneapolis. Korban sempat berkata “saya tidak marah” sebelum ditembak.
Penembakan yang menewaskan Renee Nicole Macklin Good, 37 tahun, pada Rabu lalu kini menjadi sorotan tajam publik dan aparat penegak hukum.
Wali Kota Minneapolis menuding pemerintahan Trump menutup fakta penembakan warga oleh agen ICE dan mendesak penyelidikan independen di tengah protes nasional.
Presiden Trump mengklaim penembakan wanita oleh petugas ICE di Minneapolis adalah bela diri, sementara Gubernur Tim Walz menyebut narasi tersebut sebagai propaganda.
Investigasi penembakan perempuan oleh petugas ICE di Minneapolis terhambat minimnya kamera tubuh. Akankah ada keadilan di tengah kebijakan imigrasi Trump yang keras?
Seorang perempuan tewas ditembak petugas imigrasi (ICE) di Minneapolis setelah diduga mencoba menabrak aparat. Otoritas AS menyebutnya sebagai aksi terorisme domestik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved