Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Pakistan akan mengizinkan perusahaan swasta mengimpor vaksin covid-19, serta telah setuju untuk membebaskan harga maksimal pada impor tersebut.
Dokumen tersebut menunjukkan bahwa divisi di Layanan, Regulasi, dan Koordinasi Kesehatan Nasioal telah memohon pada kabinet untuk mengizinkan impor dan mengecualikan vaksin impor dari aturan harga tertinggi yang biasanya berlaku untuk semua penjualan obat di negara itu.
Pada dokumen yang sama ditunjukkan bahwa kabinet Perdana Menteri Imran Khan menyetujui permohonan tersebut. Menteri Kesehatan Faisal Sultan juga mengonfirmasi keputusan itu kepada media.
Keputusan tersebut menjadi signifikan, seiring dengan Pakistan yang belum mengamankan vaksin dalam jumlah yang substantif dari perusahaan mana pun, dan baru pada bulan ini meluncurkan program vaksinasi dengan 500.000 dosis vaksin Sinopharm, donasi dari Tiongkok.
Sejumlah vaksin itu diberikan kepada para pekerja medis garda depan sebagai prioritas.
Baca juga: Pakistan Setujui Penggunaan Sputnik V dari Rusia
Menteri Sultan menyebut Pakistan masih berencana untuk melakukan vaksinasi kepada masyarakat secara cuma-cuma, dan hanya 'sedikit minoritas' yang berharap dapat membayar untuk vaksin mereka yang akan dapat mempunyai pilihan membeli vaksin di pasaran.
"Hanya mereka yang ingin mendapatkan vaksin lewat sektor swasta yang akan membayar. Secara personal, penilaian saya adalah ketika vaksin telah tersedia dan terdapat persaingan pasar, maka akan ada harga secara otomatis," kata Sultan.
Pakistan, negara yang mencatatkan lebih dari 550.000 kasus covid-19 disertai lebih dari 12.000 kematian, masih bergantung pada fasilitas penyediaan vaksin global, COVAX, namun belum mendapat sedikit pun dari 17 juta dosis yang diharapkan dapat diperoleh melalui inisiatif tersebut. (R-3)
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved