Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI mengungkapkan vaksin Oxford-AstraZeneca memberikan perlindungan hanya 10% terhadap varian baru covid-19 yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan.
Ilmuwan yang melakukan uji coba skala kecil dari kemanjuran vaksin itu mengatakan vaksin menunjukkan perlindungan yang sangat sedikit terhadap infeksi ringan hingga sedang. Namun, mereka berharap vaksin itu masih akan menawarkan perlindungan yang signifikan terhadap infeksi yang lebih serius.
Afrika Selatan telah menghentikan peluncuran vaksin Oxford-AstraZeneca, sementara Menteri Kesehatan Inggris mengindikasikan suntikan covid-19 tahunan dapat menjadi standar bagi banyak orang karena para ilmuwan berupaya untuk tetap selangkah lebih maju dari mutasi virus.
Shabir Madhi dari University of the Witwatersrand, yang memimpin uji coba, mengatakan, meski penelitiannya kecil, uji tersebut dirancang untuk fokus pada menentukan apakah vaksin Oxford-AstraZeneca memiliki setidaknya 60% kemanjuran terhadap covid-19 pada tingkat keparahan apapun.
“Hasil yang kami gambarkan sekarang terhadap varian, perkiraan poinnya adalah 10%. Jelas itu jauh dari angka 60% dan meski Anda melakukan penelitian yang lebih besar, Anda tidak mungkin mendapatkan hasil kemanjuran vaksin sampai 40 atau 50%," kata Madhi.
“Apa yang penelitian tersebut tunjukkan pada kami adalah dalam demografi kelompok usia yang relatif muda dengan prevalensi morbiditas yang sangat rendah seperti hipertensi dan diabetes dan lain-lain, vaksin tidak melindungi terhadap infeksi ringan hingga sedang,” jelasnya.
Baca juga: Afsel Tunda Kampanye Vaksinasi Covid-19 Gunakan AstraZeneca
Dia mengatakan keefektifan melawan infeksi serius mungkin dapat disimpulkan berdasarkan vaksin Johnson & Johnson, yang menggunakan teknologi serupa.
“Mengekstrapolasi dari itu, masih ada beberapa harapan bahwa vaksin AstraZeneca dapat bekerja sebaik vaksin Johnson & Johnson dalam demografi usia berbeda yang memiliki risiko tertinggi penyakit parah,” tuturnya.
Dia menambahkan studi laboratorium dapat mengungkap bukan hanya antibodi yang efektif dalam melindungi terhadap penyakit parah, tetapi juga kekebalan sel-T. Mengenai masalah penundaan dosis kedua, dia mengatakan kemanjuran vaksin Oxford setelah dosis tunggal adalah 75% tetapi ini sebelum varian Afrika Selatan muncul.
Berita tersebut menimbulkan kekhawatiran vaksin yang sekarang tersedia tidak cukup untuk mengakhiri krisis pandemi dan produsen sudah mengerjakan versi baru yang akan menawarkan perlindungan terhadap varian baru. (The Guardian/OL-5)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Menurut Esra, keberagaman sudut pandang inilah yang memicu munculnya ide-ide baru dan menciptakan keputusan yang lebih berkelanjutan.
Momentum Hari Jantung Sedunia menjadi pengingat bahwa penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia.
AstraZeneca dan Good Doctor Technology Indonesia (Good Doctor) berkolaborasi memperkuat penanganan asma dengan digitalisasi yang menyeluruh.
Kemenkes dan AstraZeneca dalam penanganan penyakit tidak menular (PTM), seperti diabetes, kanker, asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), infeksi virus RSV, penyakit ginjal kronis.
TEMA Hari Asma Sedunia 2025 yaitu Jadikan Perawatan Inhalasi Dapat Diakses oleh SEMUA ORANG! (Make Inhaled Treatments Accessible for ALL!).
Setiap tahun program BPTW melakukan penilaian terhadap berbagai organisasi lokal dan multinasional di Indonesia untuk memperkuat budaya tempat kerja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved