Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap Presiden Amerika Serikat yang baru, Joe Biden dapat membawa angin segar pada perekonomian global di tengah tekanan pandemi covid-19.
"Amerika Serikat hari ini akan memiliki presiden baru. Tentu merupakan harapan untuk segera pulih dan memberikan kepastian bagi ekonomi dunia," ujarnya dalam 11th Kompas 100 CEO Forum secara daring, Kamis (21/1).
Perbaikan ekonomi global juga diharapkan dapat didorong dari Tiongkok yang perekonomiannya lebih dulu pulih. Indonesia, kata Sri Mulyani, juga akan ambil bagian dalam pemulihan ekonomi dunia.
Kebijakan fiskal, moneter dan sektor keuangan akan berjalan beriringan untuk mengungkit ekonomi nasional yang terpuruk di 2020.
"Kita perlu untuk terus merumuskan kebijakan-kebijakan ekonomi kita, namun pada saat yang sama tetap waspada dan memberikan prioritas agar covid bisa ditangani dan dikendalikan," tutur Sri Mulyani.
Joe Biden resmi dilantik menjadi Presiden AS ke-46 pada Rabu (21/1) menggantikan Donald Trump. Pelantikkannya berjalan sederhana karena masih merebaknya pandemi dan kekhawatiran masalah keamanan.
Biden menjadi Presiden Negeri Paman Sam tertua, dan akan didampingi oleh Kamala Haris, perempuan pertama yang menjadi Wakil Presiden AS. (OL-8)
WASHINGTON pada Selasa (6/1) memperingati lima tahun penyerbuan massa ke Gedung Capitol AS.
Instalasi Presidential Walk of Fame di Gedung Putih menuai sorotan. Trump pasang plakat bernada tajam, sebut Joe Biden presiden terburuk AS.
AMERIKA Serikat (AS) menyetujui rencana penjualan senjata senilai US$11 miliar kepada Taiwan. Hal ini diumumkan pemerintah Taipei, kemarin.
Departemen Luar Negeri AS kembali mewajibkan penggunaan Times New Roman ukuran 14 poin, membatalkan aturan penggunaan Calibri era Biden.
Pemerintahan Donald Trump memulai proses wawancara ulang terhadap pengungsi yang masuk ke AS di era Biden.
SEJUMLAH perusahaan besar AS, termasuk Meta Platforms, Broadcom, dan Qualcomm, menghadapi masalah baru saat mencoba memanfaatkan diskon pajak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved