Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan bahwa dunia kini berada di tepi kegagalan moral karena distribusi vaksin covid-19 tidak merata. Dia mengungkapkan bahwa negara miskin hanya menerima 25 dosis vaksin, sementara itu negara kaya dapat menerima hingga 39 juta dosis.
Guinea adalah satu-satunya negara berpenghasilan rendah yang sejauh ini telah memberikan vaksin Sputnik Rusia hanya kepada 25 orang, termasuk presidennya pada minggu lalu.
Tedros menuturkan bahwa tidak adil jika orang-orang berisiko rendah yang tinggal di negara kaya bisa mendapat vaksin, sementara sebagian besar warga yang lebih membutuhkan di dunia masih belum memiliki akses ke vaksinasi.
“Tidak adil jika warga muda yang lebih sehat di negara kaya divaksinasi sebelum petugas kesehatan dan orang tua di negara miskin,” kata Tedros.
Program berbagi vaksin global, Covax, mengatakan pihaknya sedang bersiap untuk memberikan vaksin pertamanya pada Februari. Namun, mereka harus bersaing dengan negara-negara yang melakukan kesepakatan sendiri untuk mengamankan pasokan vaksin yang terbatas, yang seringkali lebih menguntungkan produsen.
“Ada 44 kesepakatan seperti itu tahun lalu dan 12 kesepakatan ditandatangani pada Januari (2021),” ungkapnya.
Dia menuding negara-negara tersebut membuat harga naik dan berupaya mendahului antrian.
"Ini dapat menunda pengiriman Covax dan menciptakan skenario yang dihindari Covax, dengan penimbunan, pasar yang kacau, respon yang tidak terkoordinasi dan gangguan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan," tuturnya.
“Dunia berada di ambang bencana kegagalan moral dan harga dari kegagalan ini akan dibayar dengan nyawa dan mata pencaharian di negara-negara termiskin di dunia,” imbuhnya.
Direktur jenderal WHO juga mengkritik beberapa produsen karena memprioritaskan vaksin mereka disetujui di negara-negara kaya, di mana mereka dapat memperoleh keuntungan lebih besar, daripada mengirimkan data peraturan ke WHO untuk mempercepat proses persetujuan vaksin untuk dimasukkan ke dalam portofolio Covax.
“Pada akhirnya tindakan ini hanya akan memperpanjang pandemi,” tambahnya,
Dia mendesak negara-negara untuk menghindari kesalahan yang sama yang dibuat selama pandemi HIV, di mana negara-negara kaya dituduh menimbun perawatan selama bertahun-tahun hingga jumlah kematian meningkat menjadi lebih dari 8.000 orang per hari.
Identifikasi varian virus yang lebih menular dalam sebulan terakhir telah meningkatkan perebutan vaksin di antara negara-negara yang mampu membelinya.
Israel, Bahrain, dan UEA telah memberikan dosis per kapita terbanyak, dengan lebih dari satu dari empat orang Israel telah menerima vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech. Lebih dari 6% orang di Inggris telah menerima vaksin, bersama dengan lebih dari 4% warga AS.
Pusat Inovasi Kesehatan Global Universitas Duke memperkirakan persediaan vaksin tidak akan mampu mencakup populasi dunia hingga setidaknya pada 2023 mendatang. (Aiw/The Guardian/OL-09)
WHO menyebut vaksin influenza generasi baru berpotensi mencegah hingga 18 miliar kasus flu dan menyelamatkan 6,2 juta nyawa hingga 2050 dengan perlindungan yang lebih luas dan tahan lama.
Virus Nipah adalah virus zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Selain melalui kontak langsung dengan hewan, virus ini juga dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi.
Prof. Tjandra Yoga Aditama ingatkan kewaspadaan terhadap Flu Burung, MERS-CoV, Super Flu, & Virus Nipah. Simak risiko dan data terbaru WHO 2026 di sini.
Mengonsumsi ikan akan memberi energi, protein dan berbagai jenis nutrien yang penting bagi kesehatan.
Tiga tinjauan Cochrane yang ditugaskan WHO mengungkap potensi besar obat GLP-1 untuk penurunan berat badan, namun pakar peringatkan risiko jangka panjang.
WHO terus memantau sejumlah penyakit infeksi paru berat seperti flu burung, MERS, influenza berat, dan virus Nipah yang berisiko tinggi bagi kesehatan global.
Thomas Djiwandono mengusulkan agar pemerintah dan bank sentral meninggalkan skema burden sharing yang diterapkan pada masa pandemi covid-19.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved