Selasa 19 Januari 2021, 08:17 WIB

AS-Tiongkok Bentrok soal Misi Selidiki Asal-Usul Covid-19 di Wuhan

Nur Aivanni | Internasional
AS-Tiongkok Bentrok soal Misi Selidiki Asal-Usul Covid-19 di Wuhan

AFP/NICOLAS ASFOURI
Warga menyaksikan pameran foto tenaga medis berjuang menyembuhkan pasien covid-19 yang digelar di Wuhan, Tiongkok, Jumat (15/1/2021).

 

AMERIKA Serikat meminta Tiongkok untuk mengizinkan tim ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mewawancarai pengasuh, mantan pasien dan pekerja laboratorium di pusat kota Wuhan. Permintaan tersebut pun mendapat teguran dari Beijing. Tim ahli independen yang dipimpin WHO tiba di Wuhan pada 14 Januari. Mereka mencoba untuk menentukan asal-usul covid-19. Mereka mengadakan telekonferensi dengan rekan-rekan Tiongkok selama karantina dua minggu sebelum mulai bekerja di lapangan.

Amerika Serikat telah menyerukan penyelidikan transparan yang dipimpin WHO. Delegasi Australia juga menyerukan agar tim WHO memiliki akses ke data, informasi, dan lokasi utama yang relevan.

Garrett Grigsby dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, yang memimpin delegasi AS mengatakan Tiongkok harus membagikan semua studi ilmiah terhadap sampel hewan, manusia, dan lingkungan yang diambil dari pasar di Wuhan, tempat virus SARS-CoV-2 diyakini muncul pada akhir 2019. Analisis komparatif dari data genetik semacam itu diharapkan membantu mencari sumber yang tumpang tindih dan potensi dari wabah yang memicu pandemi covid-19.

"Kami memiliki tugas serius untuk memastikan bahwa penyelidikan ini kredibel dan dilakukan secara objektif dan transparan," kata Grigsby, Senin (18/1). 

Ia juga merujuk pada varian virus yang ditemukan di Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil.

Direktur Jenderal dari kantor tanggap darurat kesehatan Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok Sun Yang mengatakan kepada dewan bahwa studi asal virus bersifat ilmiah. 

"Perlu koordinasi, kerja sama. Kita harus menghentikan tekanan politik apa pun," kata Sun Yang.

baca juga: Prancis Umumkan 3.736 Kasus Baru Covid-19

Menanggapi hal itu Kepala Kedaruratan WHO, Mike Ryan mengatakan tidak ada jaminan jawaban dari otoritas Beijing.

"Ini adalah tugas yang sulit untuk sepenuhnya menentukan asal-usul. Kadang-kadang perlu dua atau tiga atau empat upaya untuk dapat melakukannya dalam pengaturan yang berbeda," tandasnya. (CNA/OL-3)

Baca Juga

AFP/Ricardo Oliveira

94% Deforestasi di Hutan Brasil Ilegal

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 18 Mei 2021, 08:29 WIB
"Pembedaan antara deforestasi legal dan ilegal merupakan faktor kunci memastikan produksi pertanian dan kehutanan Brasil tidak...
AFP/Punit PARANJPE

India Pastikan Risiko Pengumpalan Darah AstraZeneca Minim

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 18 Mei 2021, 08:07 WIB
Hasilnya, ada 498 KIPI serius dengan 26 kasus dilaporkan sebagai thromboembolik, pascapenyuntikan vaksin...
nccadp.org

Korban Salah Vonis di AS Dapat Ganti Rugi Rp1,2 Triliun

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 18 Mei 2021, 07:55 WIB
Henry Lee McCollum dan saudara tirinya Leon Brown, yang keduanya menderita disabilitas, divonis bersalah pada 1983 karena memperkosa dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tempat Wisata Tetap Pilihan Utama

LIBUR Lebaran tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya