Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat meminta Tiongkok untuk mengizinkan tim ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mewawancarai pengasuh, mantan pasien dan pekerja laboratorium di pusat kota Wuhan. Permintaan tersebut pun mendapat teguran dari Beijing. Tim ahli independen yang dipimpin WHO tiba di Wuhan pada 14 Januari. Mereka mencoba untuk menentukan asal-usul covid-19. Mereka mengadakan telekonferensi dengan rekan-rekan Tiongkok selama karantina dua minggu sebelum mulai bekerja di lapangan.
Amerika Serikat telah menyerukan penyelidikan transparan yang dipimpin WHO. Delegasi Australia juga menyerukan agar tim WHO memiliki akses ke data, informasi, dan lokasi utama yang relevan.
Garrett Grigsby dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, yang memimpin delegasi AS mengatakan Tiongkok harus membagikan semua studi ilmiah terhadap sampel hewan, manusia, dan lingkungan yang diambil dari pasar di Wuhan, tempat virus SARS-CoV-2 diyakini muncul pada akhir 2019. Analisis komparatif dari data genetik semacam itu diharapkan membantu mencari sumber yang tumpang tindih dan potensi dari wabah yang memicu pandemi covid-19.
"Kami memiliki tugas serius untuk memastikan bahwa penyelidikan ini kredibel dan dilakukan secara objektif dan transparan," kata Grigsby, Senin (18/1).
Ia juga merujuk pada varian virus yang ditemukan di Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil.
Direktur Jenderal dari kantor tanggap darurat kesehatan Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok Sun Yang mengatakan kepada dewan bahwa studi asal virus bersifat ilmiah.
"Perlu koordinasi, kerja sama. Kita harus menghentikan tekanan politik apa pun," kata Sun Yang.
baca juga: Prancis Umumkan 3.736 Kasus Baru Covid-19
Menanggapi hal itu Kepala Kedaruratan WHO, Mike Ryan mengatakan tidak ada jaminan jawaban dari otoritas Beijing.
"Ini adalah tugas yang sulit untuk sepenuhnya menentukan asal-usul. Kadang-kadang perlu dua atau tiga atau empat upaya untuk dapat melakukannya dalam pengaturan yang berbeda," tandasnya. (CNA/OL-3)
Swis resmi bekukan ekspor senjata baru ke AS demi jaga netralitas di tengah perang Iran. Bern juga tutup ruang udara bagi penerbangan militer Washington ke Timur Tengah.
AS setujui syarat Iran untuk fokuskan negosiasi hanya pada program nuklir. Mediasi negara Teluk berhasil tekan Washington guna hindari konflik regional lebih luas.
Iran bantah klaim Trump soal negosiasi & ancam negara sekutu AS. Simak update terkini kondisi Pulau Kharg hingga dampak tewasnya Ali Khamenei di sini
IRGC klaim tangkap 178 mata-mata AS dan Israel sejak akhir Februari. Para agen dituduh membocorkan koordinat militer dan medis di tengah eskalasi konflik di Iran.
Iran melancarkan serangan balasan dengan menargetkan infrastruktur energi di negara-negara Teluk sekutu AS, setelah fasilitas gas Iran di South Pars diserang
TIM perencana militer dari Inggris dilaporkan tengah bekerja sama dengan militer Amerika Serikat (AS) untuk menyusun langkah membuka kembali Selat Hormuz.
Beijing dengan tegas menentang penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional.
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
Komandan Shenzhou 21, Zhang Lu, baru saja mengukir sejarah sebagai astronaut Tiongkok dengan aktivitas luar kendaraan (EVA) terbanyak. Simak detail misinya!
Kuba hadapi krisis energi terburuk akibat blokade minyak AS. Tiongkok gerak cepat pasok teknologi solar sebagai tandingan dominasi geopolitik Donald Trump.
Angkatan Laut AS memensiunkan kapal penyapu ranjau di tengah ancaman Iran di Selat Hormuz. Simak perbandingan kekuatan maritim AS vs Tiongkok di sini.
Iran intensifkan GPS spoofing menggunakan teknologi Beidou Tiongkok. Simak dampaknya bagi penerbangan militer AS dan Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved