Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat meminta Tiongkok untuk mengizinkan tim ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mewawancarai pengasuh, mantan pasien dan pekerja laboratorium di pusat kota Wuhan. Permintaan tersebut pun mendapat teguran dari Beijing. Tim ahli independen yang dipimpin WHO tiba di Wuhan pada 14 Januari. Mereka mencoba untuk menentukan asal-usul covid-19. Mereka mengadakan telekonferensi dengan rekan-rekan Tiongkok selama karantina dua minggu sebelum mulai bekerja di lapangan.
Amerika Serikat telah menyerukan penyelidikan transparan yang dipimpin WHO. Delegasi Australia juga menyerukan agar tim WHO memiliki akses ke data, informasi, dan lokasi utama yang relevan.
Garrett Grigsby dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, yang memimpin delegasi AS mengatakan Tiongkok harus membagikan semua studi ilmiah terhadap sampel hewan, manusia, dan lingkungan yang diambil dari pasar di Wuhan, tempat virus SARS-CoV-2 diyakini muncul pada akhir 2019. Analisis komparatif dari data genetik semacam itu diharapkan membantu mencari sumber yang tumpang tindih dan potensi dari wabah yang memicu pandemi covid-19.
"Kami memiliki tugas serius untuk memastikan bahwa penyelidikan ini kredibel dan dilakukan secara objektif dan transparan," kata Grigsby, Senin (18/1).
Ia juga merujuk pada varian virus yang ditemukan di Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil.
Direktur Jenderal dari kantor tanggap darurat kesehatan Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok Sun Yang mengatakan kepada dewan bahwa studi asal virus bersifat ilmiah.
"Perlu koordinasi, kerja sama. Kita harus menghentikan tekanan politik apa pun," kata Sun Yang.
baca juga: Prancis Umumkan 3.736 Kasus Baru Covid-19
Menanggapi hal itu Kepala Kedaruratan WHO, Mike Ryan mengatakan tidak ada jaminan jawaban dari otoritas Beijing.
"Ini adalah tugas yang sulit untuk sepenuhnya menentukan asal-usul. Kadang-kadang perlu dua atau tiga atau empat upaya untuk dapat melakukannya dalam pengaturan yang berbeda," tandasnya. (CNA/OL-3)
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada awal 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran.
PUTRA Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengatakan kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau wilayah teritorialnya digunakan untuk aksi militer apa pun terhadap Iran.
IRAN menyatakan bahwa mereka masih mempertahankan kendali penuh atas wilayah darat, bawah laut, dan udara Selat Hormuz di tengah kekhawatiran akan kemungkinan serangan AS terhadap Teheran.
KETEGANGAN AS-Iran meningkat. Republik Islam Iran secara resmi mengeluarkan Notice to Airmen (NOTAM) yang menyatakan wilayah udara di atas Selat Hormuz sebagai "zona berbahaya".
IRAN mengeluarkan peringatan penerbangan atau Notice to Airmen (NOTAM) terkait latihan tembakan langsung di wilayah udara sekitar Selat Hormuz, menandai peningkatan kesiapsiagaan militer.
AMERIKA Serikat (AS) memperluas kehadiran militernya di Timur Tengah dengan mengerahkan kapal induk dan jet tempur tambahan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
PM Kanada Mark Carney membantah klaim Gedung Putih bahwa dirinya menarik kembali kritik terhadap Trump. Simak polemik tarif 100% dan perdagangan dengan Tiongkok.
Skandal besar guncang Tiongkok. Jenderal Zhang Youxia diduga bocorkan rahasia nuklir ke AS dan terlibat korupsi.
Ketegangan AS-Kanada memuncak. Donald Trump mengancam tarif impor 100% setelah PM Carney menyepakati kemitraan strategis dengan Tiongkok.
Peneliti Tiongkok melalui misi Chang’e 6 mengungkap mengapa sisi jauh Bulan berbeda dengan sisi dekat. Temuan isotop kalium berikan bukti hantaman purba.
Tiongkok membidik target ekonomi 4,5-5% pada 2026. Fokus beralih ke kualitas pertumbuhan dan stabilitas domestik guna menghindari stagnasi jangka panjang ala Jepang.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved