Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
HUBUNGAN diplomatik penuh antara Qatar dan empat negara yang memutus hubungan dengan Doha dalam perselisiham tiga tahun lalu telah dipulihkan. Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan, Selasa (5/1).
Arab Saudi memimpin sebuah koalisi yang memutuskan hubungan diplomatik dan transportasi dengan Qatar pada Juni 2017 setelah menuding Doha terlalu mesra dengan Iran dan mendukung kelompok ekstremis. Qatar dengan tegas membantah tudingan tersebut.
"Yang terjadi hari ini adalah kita semua membalik halaman terkait semua perbedaan dan memulihkan hubungan diplomatik," ujar Pangeran Faisal bin Farhan dalam konferensi pers di akhir KTT regional di Arab Saudi.
Baca juga: Kushner akan Hadiri Kesepakatan Berakhirnya Blokade Qatar
Media resmi Arab Saudi mengatakan pemimpin de facto Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman telah bertemu secara terpisah dengan pemimpin Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, setelah keduanya berpelukan di bandara.
"Dalam pertemuan itu, keduanya meninjau hubungan bilateral antara kedua negara dan mencari cara mengonsolidasikan upaya bersama dari Komisi Kerja Sama Teluk (GCC)," kata Saudi Press Agency.
Pemimpin dari enam anggota GCC menandatangani dua dokumen, Selasa (5/1), yang diberi nama Deklarasi Al-Ula dari nama kota tempat KTT GCC digelar.
Tiga anggota GCC--Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain--ambil bagian dalam blokade selama 3,5 tahun terhadap Qatar, bersama Mesir.
Qatar juga merupakan anggota GCC, bersama Kuwait dan Oman, yang memilih netral dalam perselisihan itu.
Selepas KTT GCC itu, Pangeran Mohammed mengatakan anggota GCC telah menyepakati kesepakatan yang mengonfirmasi solidaritas dan stabilitas di Teluk, dunia Arab, dan di dunia Islam.
Putra Mahkota Arab Saudi itu kemudian menegaskan negara Teluk harus kompak menghadapi ancaman yang dibawa rezim nuklir Iran yang berencana melakukan sabotase dan kehancuran. (AFP/OL-1)
HARGA minyak dunia melonjak setelah Qatar memperingatkan seluruh produksi minyak dan gas di kawasan Teluk berpotensi terhenti dalam beberapa hari jika konflik Timur Tengah terus berlanjut.
PEMERINTAH Qatar mengevakuasi sementara warga yang tinggal di sekitar Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) sebagai langkah pencegahan keamanan.
Kementerian Pertahanan Turki, yang baru-baru ini menyatakan bahwa pertahanan NATO telah mencegat rudal balistik yang diluncurkan dari Iran.
PEMERINTAHÂ Qatar menegaskan bahwa negaranya tidak terlibat dalam perang melawan Iran, melainkan menjalankan hak sah untuk mempertahankan kedaulatan nasional.
Eskalasi perang meluas ke pusat diplomatik Riyadh dan Doha. Israel klaim hancurkan markas penyiaran IRIB di Teheran sementara Qatar cegat rudal balistik.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menegaskan Iran menolak negosiasi dengan AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved