Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Australia resmi menghentikan pengembangan vaksin covid-19. Menyusul, uji klinis yang menunjukkan hasil HIV positif palsu di antara subjek yang terlibat dalam pengujian tahap awal.
Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison mengatakan hasil itu mendorong pemerintah untuk membatalkan rencana pembelian jutaan dosis kandidat vaksin lokal. Serta, meningkatkan pesanan vaksin alternatif dari AstraZeneca dan Novax.
"Vaksin Universitas Queensland tidak dapat dilanjutkan berdasarkan saran ilmiah. Itu juga tidak menjadi bagian dari program vaksinasi covid-19 di Australia," jelas Morrison, Jumat (11/12).
Baca juga: Wah, Semua Warga Jepang Dapat Vaksin Covid-19 Gratis
Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt menyebut kandidat vaksin yang masih dalam uji coba fase pertama di Universitas Queensland, menggunakan sejumlah protein HIV sebagai penjepit molekuler. Namun, memicu tanggapan antibodi yang dapat mengganggu skrining HIV.
Walau vaksin terbukti menjanjikan dalam menekan infeksi covid-19 dan tidak ada kemungkinan penularan HIV, pengembangan tetap dihentikan. Sebab, dikhawatirkan dapat merusak kepercayaan publik terhadap vaksinasi.
Baca juga: UE Nilai Inggris Terlalu Terburu-buru Beri Izin Vaksin Covid-19
"Ini mungkin akan bekerja dengan sangat baik sebagai vaksin. Namun, kami tidak boleh memiliki masalah dengan kepercayaan publik," tutur Sekretaris Departemen Kesehatan Brendan Murphy.
Profesor Paul Young dari Universitas Queensland bersikeras bahwa protein HIV yang digunakan dalam vaksin tidak berbahaya. Serta, tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi peserta uji coba vaksin.
Pemerintah menyatakan keputusan ini tidak mengubah rencana peluncuran vaksin covid-19 pada Maret 2021. Hingga saat ini, kasus positif covid-19 di Australia mencapai 28 ribu orang, dengan 900 kasus kematian.(CNA/OL-11)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved