Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
UNI Eropa (UE) mengkritik Inggris yang telah menyetujui penggunaan vaksin covid-19 buatan Pfizer dan BioNTech. Mereka menilai keputusan tersebut terlalu terburu-buru.
Langkah itu diduga merupakan kudeta politik Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang telah memimpin negaranya keluar dari UE dan menuai kritik atas penanganannya terhadap pandemi.
Keputusan tersebut dibuat dalam proses persetujuan darurat yang sangat cepat, hingga memungkinkan regulator obat Inggris mengesahkan vaksin hanya 10 hari setelah vaksin tersebut mulai memeriksa data uji coba skala besar.
Baca juga: AS Berharap 100 Juta Orang Divaksinasi pada Februari
European Medicines Agency (EMA), yang bertanggung jawab untuk menyetujui vaksin covid-19 untuk UE, mengatakan prosedur persetujuan yang memakan waktu lebih lama adalah yang lebih tepat karena didasarkan pada lebih banyak bukti dan memerlukan lebih banyak pemeriksaan daripada prosedur darurat yang dipilih oleh Inggris.
Seorang juru bicara Komisi Eropa mengatakan, “Prosedur EMA adalah mekanisme pengaturan yang paling efektif untuk memberikan akses semua warga negara Uni Eropa ke vaksin yang aman dan efektif karena didasarkan pada lebih banyak bukti.”
Country Manager Pfizer Inggris Ben Osborn mengatakan pihaknya telah menyediakan paket data lengkap yang terbuka bagi kedua regulator.
“Saya rasa apa yang Anda lihat hanyalah perbedaan dalam proses dan garis waktu yang mendasarinya, bukan perbedaan dalam pengiriman data,” katanya.
Kepala Badan Pengatur Obat dan Produk Kesehatan Inggris (MHRA) June Raine mengatakan pihaknya bekerja sesuai dengan standar internasional.
"Kemajuan kami sepenuhnya bergantung pada ketersediaan data dalam tinjauan bergulir kami dan penilaian ketat kami serta saran independen yang kami terima," tambahnya.
EMA memulai tinjauan bergulir terhadap data awal dari uji coba Pfizer pada 6 Oktober, prosedur darurat yang bertujuan untuk mempercepat kemungkinan persetujuan, yang biasanya membutuhkan waktu setidaknya tujuh bulan sejak penerimaan data lengkap.
Regulator Inggris meluncurkan tinjauan bergulirnya sendiri pada 30 Oktober dan menganalisa lebih sedikit data daripada yang tersedia untuk EMA.
"Idenya bukanlah menjadi yang pertama tetapi untuk mendapatkan vaksin yang aman dan efektif," kata Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn pada konferensi pers.
Saat ditanya tentang prosedur darurat yang digunakan oleh Inggris, dia mengatakan negara-negara UE telah memilih prosedur yang lebih menyeluruh untuk meningkatkan kepercayaan terhadap vaksin.
"Jika Anda mengevaluasi hanya sebagian data seperti yang mereka lakukan, mereka juga mengambil risiko minimum," kata mantan kepala EMA Guido Rasi.
"Secara pribadi saya mengharapkan tinjauan yang kuat dari semua data yang tersedia, yang belum dilakukan pemerintah Inggris untuk dapat mengatakan bahwa tanpa Eropa anda yang diutamakan," tambahnya.
Anggota parlemen Uni Eropa bahkan lebih eksplisit dalam mengkritik langkah Inggris.
"Saya menganggap keputusan ini bermasalah dan merekomendasikan agar negara anggota Uni Eropa tidak mengulangi proses dengan cara yang sama," kata Peter Liese, anggota parlemen Uni Eropa.
"Beberapa minggu pemeriksaan menyeluruh oleh European Medicines Agency lebih baik daripada otorisasi pemasaran darurat yang terburu-buru dari suatu vaksin," kata Liese, yang mewakili kelompok kanan tengah, yang terbesar di Parlemen Uni Eropa.
Berdasarkan peraturan UE, vaksin Pfizer harus disahkan oleh EMA, tetapi negara UE dapat menggunakan prosedur darurat yang memungkinkan mereka mendistribusikan vaksin di rumah untuk penggunaan sementara.
Inggris masih tunduk pada aturan UE sampai sepenuhnya meninggalkan blok itu pada akhir tahun.
"Jelas ada perlombaan global untuk mendapatkan vaksin di pasar secepat mungkin," kata Tiemo Wolken, anggota parlemen Uni Eropa dari kelompok sosialis.
"Namun, saya yakin lebih baik meluangkan waktu dan memastikan bahwa kualitas, efektivitas, dan keamanan dijamin dan sesuai dengan standar UE kami,” tandasnya. (CNA/OL-1)
Uni Eropa mengusulkan sanksi baru terhadap Rusia dengan menargetkan pelabuhan di negara ketiga, termasuk Pelabuhan Karimun di Indonesia, dalam paket sanksi ke-20.
Selain penetapan status teroris bagi IRGC, Uni Eropa juga memperluas daftar sanksi individu. Sebanyak 15 pejabat dari sektor keamanan dan peradilan Iran secara resmi masuk dalam daftar hitam.
PARA menteri luar negeri Uni Eropa untuk pertama kali dalam pertemuan pada Kamis (29/1) menyebut Amerika Serikat sebagai ancaman bagi benua tersebut.
Kremlin sebut Uni Eropa inkompeten dan tolak dialog dengan Kaja Kallas terkait perang Ukraina. Moskow pilih jalur komunikasi langsung dengan AS tanpa melibatkan UE.
Presiden Zelenskyy menyatakan dokumen jaminan keamanan AS-Ukraina siap diteken usai pertemuan trilateral di Abu Dhabi. Isu teritorial masih jadi ganjalan utama.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved