Kamis 03 Desember 2020, 14:41 WIB

PBB Hapus Ganja dari Daftar Obat Berbahaya

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
PBB Hapus Ganja dari Daftar Obat Berbahaya

AFP/Joseph Eid
Perkebunan ganja yang berlokasi di sebuah desa wilayah Libanon.

 

BADAN Kebijakan Obat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menghapus ganja dari kategori obat-obatan berbahaya yang dikontrol paling ketat.

Keputusan itu menyusul rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang ingin mempermudah penelitian medis terkait ganja.

Komisi Narkotika PBB melakukan pemungutan suara dengan hasil 27 setuju, 25 tidak setuju, dan 1 abstain. Dalam hal ini, terkait penghapusan ganja dan resin ganja dari Agenda IV Konvensi 1961 tentang Narkotika. Sebuah aturan global yang mengatur pengendalian obat-obatan terlarang.

Baca juga: Ganja Medis Diuji Coba pada Gajah Stres di Polandia

Pada 2019, WHO mengeluarkan rekomendasi bahwa ganja dan resin ganja berada pada tingkat kontrol yang akan mencegah kerusakan akibat penggunaan ganja. Namun, pada saat bersamaan tidak menghalangi akses penelitian dan pengembangan ganja untuk keperluan medis.

Adapun jenis obat terlarang yang masuk dalam Agenda IV, yaitu heroin dan analog fentanyl, yang berpotensi mematikan. Berbeda dengan ganja yang tidak membawa risiko kematian signifikan. Temuan WHO menunjukkan potensi ganja untuk mengobati penyakit seperti epilepsi.

Baca juga: Wah, Semua Warga Jepang Dapat Vaksin Covid-19 Gratis

Pernyataan PBB dalam pertemuan Komisi Narkotika di Wina, Austria, tidak menyebutkan negara yang mendukung atau menentang perubahan tersebut. Salah satu anggota akan mengambil langkah pengendalian khusus untuk memperhatikan sifat berbahaya dari obat yang tercantum dalam Agenda IV.

Namun, WHO merekomendasikan agar ganja tetap berada pada daftar Agenda I. Mengingat, tingginya tingkat masalah kesehatan masyarakat akibat penggunaan ganja. WHO juga merekomendasikan agar ekstrak dan larutan ganja dihapus dari Agenda I. Akan tetapi, Badan Kebijakan Obat PBB tidak mendukung rekomendasi tersebut.(CNA/OL-11)

Baca Juga

AFP

Kongres AS Soroti Masalah Uighur

👤MI 🕔Sabtu 16 Januari 2021, 00:25 WIB
KOMISI bipartisan Kongres Amerika Serikat melaporkan Tiongkok mungkin telah melakukan genosida dalam perlakuannya terhadap...
AFP

Biden Janjikan Program Besar

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 16 Januari 2021, 00:10 WIB
PRESIDEN terpilih Amerika Serikat Joe Biden akan mengusulkan paket penyelamatan senilai US$1,9 triliun untuk memerangi kemerosotan ekonomi...
AFP/Andrew Harnik

Biden Luncurkan Paket Bantuan Covid-19, Berikut Rinciannya

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Jumat 15 Januari 2021, 16:14 WIB
Jika diadopsi, proposal akan mencapai US$1.400 hingga US$600 dalam pembayaran langsung kepada individu yang baru-baru ini disetujui oleh...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya