Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
Saham-saham Tiongkok berakhir lebih tinggi pada perdagangan Jumat (27/11), dan berhasil mencatat kenaikan mingguan ketika laba yang optimis dari perusahaan-perusahaan industri menunjukkan pemulihan berkelanjutan di ekonomi terbesar kedua di dunia itu di tengah wabah virus korona.
Indikator utama pasar saham Tiongkok, Indeks Komposit Shanghai terangkat 1,14 persen menjadi ditutup pada 3.408,31 poin, sementara Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua Tiongkok berakhir 0,67 persen lebih tinggi menjadi menetap di 13.690,88 poin.
Laba Oktober di perusahaan-perusahaan industri Tiongkok melonjak 28,2 persen menjadi 642,91 miliar yuan (US$97,79 miliar) dibandingkan dengan tahun sebelumnya, data resmi menunjukkan pada Jumat, menunjuk pada pemulihan yang stabil di sektor manufaktur setelah dilanda pandemi Covid-19.
Nilai transaksi gabungan saham-saham yang mencakup kedua indeks tersebut menyusut menjadi 725,7 miliar yuan (sekitar 110,36 miliar dolar AS) dari 733,3 miliar yuan (sekitar US$111,5 miliar) pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya.
Sektor akuakultur, perbankan dan sekuritas termasuk di antara peraih keuntungan terbesar, dengan saham CNFC Overseas Fisheries Co., Ltd. melonjak pada batas harian 10 persen menjadi 6,7 yuan per saham.
Melawan tren kenaikan, saham-saham yang terkait dengan silikon organik dan unsur tanah jarang melaporkan kerugian besar.
Sementara itu, indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq Tiongkok, bertambah 0,37 persen menjadi mengakhiri perdagangan pada 2.618,99 poin. (Ant/OL-12)
Industri startup Indonesia yang semakin kompetitif tidak selalu memberikan ruang bertahan bagi perusahaan teknologi finansial.
IHSG Kamis pagi (5/3/2026) dibuka menguat 118,29 poin ke level 7.695,35. Simak analisis teknikal, kurs Rupiah terbaru, dan rekomendasi saham pilihan di sini.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, bukan karena sentimen domestik.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada perdagangan Rabu 4 Maret 2026, dibuka melemah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak melemah terbatas pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026).
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (3/3) di tengah sikap pelaku pasar yang masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved