Senin 23 November 2020, 10:24 WIB

Uji Coba Vaksin Covid-19 India Diperkirakan Usai dalam 2 Bulan

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Uji Coba Vaksin Covid-19 India Diperkirakan Usai dalam 2 Bulan

AFP/Prakash SINGH
Polisi mendenda warga yang tidak mengenakan masker di New Delhi, India.

 

MENTERI Kesehatan India Hash Vardhan mengatakan kandidat vaksin covid-19 yang dikembangkan dalam negeri diperkirakan akan menyelesaikan uji coba terakhirnya dalam satu atau dua bulan mendatang. Kabar itu meningkatkan harapan terhadap ketersediaan vaksin dalam waktu dekat di negara dengan jumlah infeksi tertinggi kedua di dunia tersebut.

Dewan Riset Medis India (ICMR) yang dikelola negara dan Bharat Biotech, bulan ini, memulai uji coba tahap ketiga COVAXIN, yang akan melibatkan 26 ribu sukarelawan. Ini adalah vaksin eksperimental India yang paling maju.

“Kami sedang mengembangkan vaksin dalam negeri, yang saat ini, pada tahap menyelesaikan uji coba fase tiga dalam satu atau dua bulan ke depan,” kata Vardhan dalam sebuah konferensi.

Baca juga: AS Berharap Mulai Vaksinasi Covid-19 pada Desember

Dia menegaskan kembali rencana pemerintah untuk memvaksinasi 200-250 juta warga India pada Juli.

Seorang ilmuwan ICMR mengatakan, awal bulan ini, bahwa vaksin tersebut dapat diluncurkan pada Februari atau Maret, meskipun Bharat Biotech secara terpisah, Jumat (20/11), mengatakan bahwa hasil uji coba tahap akhir diharapkan antara Maret dan April.

Vardhan, September lalu, mengatakan pemerintah dapat memilih otorisasi vaksin darurat, terutama untuk orang tua dan orang-orang di tempat kerja yang berisiko tinggi.

Pemrtintah India mengatakan mereka berharap mengandalkan COVAXIN dan empat kandidat vaksin lain yang diuji secara lokal untuk mengendalikan covid-19, karena mereka tidak yakin dapat mengakses jumlah vaksin yang cukup pada tahap awal dari yang dikembangkan Pfizer dan Moderna.

Vaksin eksperimental lainnya yang diuji coba di India adalah yang dikembangkan AstraZeneca dan Universitas Oxford yang diproduksi Serum Institute of India, Sputnik-V Rusia, ZyCoV-D Zydus Cadila dan yang terakhir dikembangkan oleh Biological E Ltd bersama Baylor College of Medicine dan Dynavax Technologies Corp.

CEO Serum, Jumat (20/11), mengatakan bahwa vaksin AstraZeneca dapat dikirim bagi petugas kesehatan India dan lansia pada Januari.

Pada Minggu (20/11), India mencatat 45.209 infeksi baru, sehingga total menjadi 9,09 juta, tepat di bawah Amerika Serikat (AS). Kematian meningkat 501 kasus menjadi 133.227 kasus, dengan Delhi mencatat jumlah kematian harian tertinggi di negara itu selama beberapa hari terakhir. (CNA/OL-1)

Baca Juga

AFP/Abbas Momani.

Hamas Peringatkan Pawai Israel Minggu Depan di Jerusalem Timur

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 23 Mei 2022, 09:17 WIB
Mereka ingin memperingati penyatuan kota itu setelah Israel mencaplok Jerusalem timur pada...
AFP

Biden Peringatkan Kemungkinan Penyebaran Cacar Monyet

👤Nur Aivanni 🕔Senin 23 Mei 2022, 09:15 WIB
Beberapa kasus cacar monyet telah terdeteksi di Amerika Utara dan Eropa sejak awal...
AFP/SAEED KHAN

Albanese Dilantik Sebagai Perdana Menteri Australia

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 23 Mei 2022, 08:27 WIB
Pria berusia 59 tahun itu dilantik sebagai perdana menteri Australia dalam sebuah upacara singkat di Goverment House di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya