Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

UE Minta Israel Setop Hancurkan Bangunan Palestina

Nur Aivanni
07/11/2020 00:55
UE Minta Israel Setop Hancurkan Bangunan Palestina
Juru bicara Uni Eropa, Peter Stano(Dok. ruptly.tv)

UNI Eropa (UE), Kamis, meminta Israel untuk berhenti menghancurkan bangunan Palestina, termasuk yang didanai UE.

“Uni Eropa mengulangi seruannya pada Israel untuk menghentikan semua penghancuran seperti itu, termasuk bangunan yang didanai Uni
Eropa, khususnya sehubungan dengan dampak kemanusiaan dari pandemi virus korona saat ini,” kata juru bicara Peter Stano dalam sebuah pernyataan. Dia pun mengatakan bahwa hal seperti itu merupakan penghalang menuju solusi dua negara.

Pekan ini, kata Stano, pasukan Israel menghancurkan lebih dari 70 bangunan, termasuk permukiman, mata pencarian, dan fasilitas sanitasi milik 11 keluarga Palestina. 

Siaran pers mencatat bahwa 52 sekolah Palestina juga berada di bawah ancaman pembongkaran, termasuk satu di Tepi Barat pusat yang didanai bersama oleh Uni Eropa dan beberapa negara anggota.

“Uni Eropa menyerukan perlindungan anak-anak, termasuk memastikan hak mereka atas pendidikan di lingkungan sekolah yang aman dan terjamin,” katanya.

“Pendidikan adalah hak asasi manusia yang harus dilindungi dan dipertahankan,” tambahnya.


700 bangunan dihancurkan

Hampir 700 bangunan telah dihancurkan di Tepi Barat dan Jerusalem Timur pada 2020 sejauh ini, katanya, lebih dari tahun mana pun sejak 2016, menyebabkan 869 warga Palestina kehilangan tempat tinggal. 

Administrasi Sipil Israel, badan yang bertugas menjalankan pendudukan, mengatakan telah melakukan aktivitas penegakan hukum terhadap tujuh tenda dan delapan kandang yang dibangun secara ilegal, di tempat tembak yang terletak di Lembah Jordan.

Angka-angka itu bertentangan dengan pernyataan PBB dan laporan di tempat oleh kelompok hak asasi manusia Israel terkemuka, B’Tselem,
yang mengatakan pasukan menghancurkan 18 tenda dan menampung 11 keluarga, 29 tenda, dan gudang yang digunakan sebagai kandang ternak, tiga gudang penyimpanan, sembilan tenda digunakan sebagai dapur, 10 toilet portabel, 10 kandang ternak, 23 wadah air, dua panel surya, serta bak makan dan penyiram an untuk ternak.

Pasukan Israel juga menghancurkan lebih dari 30 ton makanan untuk ternak dan menyita satu kendaraan dan dua traktor milik tiga warga,
kelompok itu menambahkan.

“Sebagai bagian dari upayanya untuk mengambil alih semakin banyak tanah Palestina, Israel secara rutin menghancurkan rumah dan pro perti Palestina,” kata juru bicara B’Tselem Amit Gilutz.

“Namun, penghapusan seluruh komunitas sekaligus sangat jarang dan sepertinya Israel memanfaatkan fakta bahwa perhatian semua orang
saat ini diarahkan ke tempat lain untuk bergerak maju dengan tindakan tidak manusiawi ini,” katanya mengacu pada pemilihan AS.

Israel merebut Tepi Barat dari pasukan Yordania pada 1967 dan terus menguasai dan menduduki daerah tersebut, meskipun Palestina memiliki pemerintahan sendiri yang terbatas atas kantong-kantong kecil.

Perdana menteri garis keras negara itu, Benjamin Netanyahu, mengatakan dia bermaksud untuk mencaplok sebagian besar wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Lembah Jordan, meskipun rencana itu untuk sementara ‘ditangguhkan’ sebagai bagian dari kesepakatan dengan Uni Emirat Arab. (AA/The Guardian/I-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya