Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang tengah melakukan isolasi mandiri di rumahnya, akan menjalani tes Covid-19 jika menunjukkan gejala. Protokol badan PBB itu tidak mewajibkan tes bagi mereka yang tidak menunjukkan gejala.
"Protokol kami, saat ini, tidak mengharuskan dia dites (covid-19)," kata Mike Ryan, pakar darurat WHO, dalam jumpa pers di Jenewa, Senin (2/11).
Ryan mengatakan Tedros akan tetap bekerja dari rumah. Hal itu untuk memastikan upaya WHO bersama negara-negara di dunia utuk menekan penyebaran covid-19 dan mendukung pengembangan vaksin tetap terkendali.
Baca juga: Pernah Positif Covid-19, Pangeran William: Tak Ingin Buat Khawatir
"Dia bekerja di rumah. Terus melakukan pekerjaannya untuk mendukung dunia. Tes akan tergantung pada datangnya gejala atau sebaliknya," tambah Ryan.
Sebelumnya, Minggu (1/11), Dirjen WHO itu menyampaikan dia telah diidentifikasi berkontak dengan seseorang yang dites positif covid-19.
Namun, Tedros mengakui dirinya merasa sehat dan tidak memiliki gejala apa pun. (CNA/OL-1)
WHO menyebut vaksin influenza generasi baru berpotensi mencegah hingga 18 miliar kasus flu dan menyelamatkan 6,2 juta nyawa hingga 2050 dengan perlindungan yang lebih luas dan tahan lama.
Virus Nipah adalah virus zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Selain melalui kontak langsung dengan hewan, virus ini juga dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi.
Prof. Tjandra Yoga Aditama ingatkan kewaspadaan terhadap Flu Burung, MERS-CoV, Super Flu, & Virus Nipah. Simak risiko dan data terbaru WHO 2026 di sini.
Mengonsumsi ikan akan memberi energi, protein dan berbagai jenis nutrien yang penting bagi kesehatan.
Tiga tinjauan Cochrane yang ditugaskan WHO mengungkap potensi besar obat GLP-1 untuk penurunan berat badan, namun pakar peringatkan risiko jangka panjang.
WHO terus memantau sejumlah penyakit infeksi paru berat seperti flu burung, MERS, influenza berat, dan virus Nipah yang berisiko tinggi bagi kesehatan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved