Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang tengah melakukan isolasi mandiri di rumahnya, akan menjalani tes Covid-19 jika menunjukkan gejala. Protokol badan PBB itu tidak mewajibkan tes bagi mereka yang tidak menunjukkan gejala.
"Protokol kami, saat ini, tidak mengharuskan dia dites (covid-19)," kata Mike Ryan, pakar darurat WHO, dalam jumpa pers di Jenewa, Senin (2/11).
Ryan mengatakan Tedros akan tetap bekerja dari rumah. Hal itu untuk memastikan upaya WHO bersama negara-negara di dunia utuk menekan penyebaran covid-19 dan mendukung pengembangan vaksin tetap terkendali.
Baca juga: Pernah Positif Covid-19, Pangeran William: Tak Ingin Buat Khawatir
"Dia bekerja di rumah. Terus melakukan pekerjaannya untuk mendukung dunia. Tes akan tergantung pada datangnya gejala atau sebaliknya," tambah Ryan.
Sebelumnya, Minggu (1/11), Dirjen WHO itu menyampaikan dia telah diidentifikasi berkontak dengan seseorang yang dites positif covid-19.
Namun, Tedros mengakui dirinya merasa sehat dan tidak memiliki gejala apa pun. (CNA/OL-1)
Argentina resmi keluar dari WHO menyusul langkah AS. Presiden Javier Milei tegaskan penarikan ini demi kedaulatan penuh dan kritik atas manajemen pandemi Covid-19.
Situasi Lebanon kian mencekam! WHO laporkan 14 petugas medis tewas dalam serangan udara terbaru. Total korban jiwa kini tembus 826 orang di tengah eskalasi konflik Israel-Hezbollah.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan ancaman hujan asam dan hujan hitam di Iran akibat serangan pada fasilitas minyak. Warga diminta waspada.
Denmark resmi jadi negara Uni Eropa pertama yang mencapai status eliminasi transmisi HIV dan sifilis dari ibu ke anak.
Studi terbaru The Lancet Oncology mengungkap ketimpangan tragis, angka kematian kanker payudara turun di negara maju, namun melonjak hampir 100% di negara miskin.
WHO menyebut vaksin influenza generasi baru berpotensi mencegah hingga 18 miliar kasus flu dan menyelamatkan 6,2 juta nyawa hingga 2050 dengan perlindungan yang lebih luas dan tahan lama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved