Kamis 29 Oktober 2020, 21:51 WIB

Hikmahanto: Kunjungan Pompeo untuk Beri Pesan ke Tiongkok

Haufan Hasyim | Internasional
Hikmahanto: Kunjungan Pompeo untuk Beri Pesan ke Tiongkok

HANDOUT / INDONESIAN PRESIDENTIAL PALACE /AFP
Presiden Joko Widodo berjalan bersama Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo di Istana Bogor, hari ini.

 

GURU Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mengatakan lawatan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo ke Indonesia memberi pesan kepada China.

"Kehadiran Menteri Luar Negeri Pompeo ke Indonesia untuk bertemu dengan mitranya Menlu Retno Marsudi dan beraudiensi dengan Presiden Joko Widodo positif untuk memberi pesan kepada China yang belakangan sangat agresif di Laut China Selatan," ujar Hikmahanto Juwana dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Ia memaparkan bahwa setelah di Sri Lanka Pompeo mengatakan Partai Komunis China sebagai predator maka di Indonesia, AS hendak menyampaikan pesan ke China bahwa Indonesia tidak akan terjebak dengan ketergantungan utang terhadap China.

China tidak akan bisa meminta Indonesia untuk membangun pangkalan militer karena Kemitraan Strategis AS-Indonesia akan diperkuat baik untuk bidang ekonomi dan pertahanan, ujar Rektor Universitas Jenderal A Yani itu.

Ia juga menggarisbawahi pernyataan Menlu Retno Marsudi bahwa semua negara diminta untuk menghormati UNCLOS di Laut China Selatan yang sangat diapresiasi oleh Pompeo.

Pernyataan ini tentu mengkritik klaim China atas wilayah di sembilan garis putus yang tidak memiliki dasar dalam UNCLOS dan telah dinyatakan demikian oleh putusan Permanent Court of Arbitration pada tahun 2016.

Indonesia tidak gentar untuk menyampaikan kritik tersebut meski Indonesia bergantung pada utang dari China, tambahnya.

Menurut dia, itu menunjukkan Indonesia telah menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif dimana Indonesia tidak berpihak ke China maupun AS tetapi pada hukum internasional, khususnya UNCLOS.

Namun di sisi lain, menurut dia, ada hal yang diharapkan oleh Menteri Luar Negeri Pompeo yang tidak mungkin direalisaikan oleh Indonesia.

Harapan tersebut, tambah dia, adalah Indonesia menjadi pilar bagi ASEAN, terutama untuk menghadapi China.

Hikmahanto menilai harapan ini sulit untuk direalisasi oleh Indonesia mengingat Indonesia menjalankan kebijakan luar negeri yang bebas aktif sehingga tidak mungkin akan menbawa ASEAN untuk berada di belakang AS dalam menghadapi China.

Selain itu, ia mengatakan bahwa di dalam ASEAN ada negara-negara tertentu yang sangat berpihak pada China sehingga keputusan secara konsensus ASEAN untuk menentang China tidak akan mudah.(Ant/OL-4)

Baca Juga

AFP/YAMIL LAGE

Setelah Membuat Kuba Gelap Gulita, Badai Ian Menuju Florida

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 28 September 2022, 19:44 WIB
Serikat pekerja akan bekerja sepanjang malam hingga Rabu (28/9) untuk memulihkan listrik sesegera...
Genya SAVILOV / AFP

PBB: Referendum Rusia untuk Caplok wilayah Ukraina Ilegal

👤Mediaindonesia 🕔Rabu 28 September 2022, 19:41 WIB
DiCarlo mengatakan PBB tetap berkomitmen penuh pada kedaulatan, persatuan, kemerdekaan, dan integritas wilayah...
AFP/HO

Kebocoran Pipa Gas Nord Stream Diduga Disengaja

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 28 September 2022, 17:53 WIB
Gas metana dari kebocoran tersebut menggelegak ke permukaan Laut Baltik dekat Denmark dan Swedia dalam pembuangan yang diperkirakan akan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya