Jumat 23 Oktober 2020, 09:11 WIB

Kerusuhan di Nigeria, Presiden Peringatkan Pengunjuk Rasa

Nur Aivanni | Internasional
Kerusuhan di Nigeria, Presiden Peringatkan Pengunjuk Rasa

AFP/Kola Sulaimon
Presiden Nigeria Muhammadu Buhari

 

PRESIDEN Nigeria Muhammadu Buhari memperingatkan pengunjuk rasa untuk tidak merusak keamanan nasional. Siaran itu adalah pernyataan publik pertama Buhari sejak pasukan keamanan dituduh menembak mati pengunjuk rasa damai di Lagos pada Selasa.

Namun, dia gagal untuk menyebutkan secara langsung insiden yang telah menimbulkan kekacauan di kota terbesar di Afrika itu dan memicu kemarahan internasional.

Sebaliknya, dia menyalahkan mereka yang telah membajak dan menggiring ke arah yang salah selama berminggu-minggu melakukan protes terhadap kebrutalan polisi karena pertumpahan darah dan memperingatkan agar tidak merusak keamanan nasional.

"Dalam situasi apa pun ini tidak akan ditoleransi," kata Buhari.

Ia pun meminta kaum muda untuk menghentikan aksi protes jalanan dan secara konstruktif melibatkan pemerintah dalam mencari solusi.

"Suaramu sudah terdengar lantang dan jelas dan kami merespons," ujarnya.

Baca juga: Komisi Uni Afrika Kutuk Kekerasan di Nigeria

Presiden mengabaikan kecaman dari AS, Uni Afrika, Uni Eropa dan Inggris atas penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh pihak berwenang.

"Kami berterima kasih dan meminta Anda semua untuk mencari tahu semua fakta yang tersedia sebelum mengambil posisi atau terburu-buru menghakimi dan membuat pernyataan tergesa-gesa," ungkapnya.

Amnesty International mengatakan tentara dan polisi Nigeria menembak mati 12 demonstran tak bersenjata pada Selasa, sementara 56 orang tewas secara keseluruhan di seluruh negeri sejak protes dimulai pada 8 Oktober.

Toko-toko dijarah, gedung-gedung dibakar dan tembakan sporadis dilaporkan untuk hari kedua di Lagos pada Kamis meskipun jam malam diberlakukan sepanjang waktu.

Untuk diketahui, protes meletus di Nigeria dua minggu lalu atas kebrutalan Pasukan Khusus Anti-Perampokan (SARS). Buhari membatalkan unit tersebut dan berjanji akan melakukan reformasi, tetapi tuntutan dari para pengunjuk rasa meluas hingga menyerukan perubahan yang lebih besar.

Pihak berwenang mengatakan demonstrasi semakin banyak diambil alih oleh penjahat ketika kekerasan berkobar dan berusaha untuk menghentikan mereka. Tentara Nigeria membantah tentaranya menembaki demonstran pada Selasa.

Namun kelompok hak asasi manusia, PBB dan AS mengecam penembakan yang direkam dalam video dan gambar yang dibagikan secara global dan secara daring.

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet mengatakan ada tanda-tanda serangan itu direncanakan sebelumnya dan dikoordinasikan.(AFP/OL-5)

Baca Juga

ASHRAF SHAZLY / AFP

PM Ethiopia Klaim Pertempuran di Tigray Selesai

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 29 November 2020, 08:32 WIB
Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed  mengatakan bahwa operasi militer di wilayah Tigray selesai setelah tentara mengklaim kendali...
MI/Pius Erlangga

Pertukaran Pemuda Untuk Tingkatkan SDM dan Diplomasi

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 29 November 2020, 07:34 WIB
Program pemuda internasional ini tidak hanya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, namun juga untuk mendukung...
AUDU MARTE / AFP

Boko Haram Kembali Bunuh 43 Buruh Tani

👤Siswantini Suryandari 🕔Minggu 29 November 2020, 06:36 WIB
Kelompok pejuang  Boko Haram menewaskan sedikitnya 43 buruh tani  dan melukai enam lainnya di sawah dekat kota Maiduguri di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya