Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan ratusan juta orang mungkin telah terinfeksi virus korona baru, jauh lebih banyak daripada penghitungan saat ini lebih dari 35 juta.
“Perkiraan terbaik kami saat ini memberi tahu kami bahwa sekitar 10% populasi global mungkin telah terinfeksi oleh virus ini,” kata Mike Ryan, kepala operasi darurat WHO, kepada dewan eksekutif badan kesehatan global pada Senin (5/10).
“Ini bervariasi tergantung negaranya. Ini bervariasi dari perkotaan ke perdesaan. Ini bervariasi di antara kelompok yang berbeda,” kata Ryan di Jenewa.
“Namun, yang dimaksud ialah bahwa sebagian besar dunia tetap berisiko.”
Ryan mengatakan kasus Covid-19 dan kematian melonjak di seluruh Eropa, Asia Tenggara, dan Mediterania timur, sedangkan situasi di Afrika dan Pasifi k Barat saat ini agak lebih positif.
Dia menambahkan pandemi akan terus berkembang, tetapi dunia memiliki alat untuk membantu menekan penularan virus korona dan menyelamatkan nyawa. “Masa depan tergantung pada pilihan yang kita buat bersama tentang bagaimana kita menggunakan alat-alat itu, mengembangkan, meningkatkan, dan mendistribusikan yang lain,” tambahnya.
Menurut penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins, ada sekitar 35,2 juta kasus virus korona yang dikonfi rmasi sejauh ini dengan lebih dari satu juta kematian. Pemulihan yang dikonfirmasi mencapai 24,5 juta.
Transparan
Pada pertemuan itu, AS membuat serangan terselubung terhadap Tiongkok atas apa yang disebutnya sebagai kegagalan untuk memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu tentang wabah tersebut.
Namun, Zhang Yang dari Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mengatakan pihaknya selalu transparan. “Tiongkok selalu transparan dan bertanggung jawab untuk memenuhi kewajiban internasional kami,” katanya.
Beijing mempertahankan kontak dekat dengan semua tingkat badan kesehatan PBB, tambahnya. WHO dan para ahli lainnya mengatakan virus korona baru, yang diyakini muncul di pasar makanan di Kota Wuhan di Tiongkok tengah akhir tahun lalu, berasal dari hewan.
WHO telah menyerahkan daftar ahli untuk ambil bagian dalam misi internasional ke Tiongkok untuk menyelidiki asal-usul virus, untuk dipertimbangkan oleh otoritas Tiongkok, kata Ryan, tanpa memberikan rincian.
Asisten Menteri Kesehatan AS, Brett Giroir, mengatakan sangat penting bagi 194 negara anggota WHO untuk menerima update terbaru.
“Pembaruan rutin dan tepat waktu, termasuk kerangka acuan untuk panel ini atau untuk misi lapangan apa pun sehingga kita semua dapat terlibat dengan proses tersebut dan percaya diri dalam hasil,” katanya.
Jerman, berbicara mewakili Uni Eropa, mengatakan misi ahli harus segera dikerahkan, dengan Australia juga mendukung penyelidikan cepat. Total kasus virus korona di India bertambah 61.267 dalam 24 jam terakhir menjadi 6,69 juta pada Selasa pagi (6/10).
Menurut data dari Kementerian Kesehatan, kematian akibat infeksi covid-19 juga bertambah sebanyak 884 sehingga total menjadi 103.569. Jumlah kematian di India akibat virus korona naik melewati 100.000 pada Sabtu.
India menjadi negara ketiga di dunia yang mencapai tonggak sejarah yang suram itu setelah Amerika Serikat dan Brasil. Minggu lalu, India semakin melonggarkan pembatasan dan mengizinkan negara bagian untuk membuka sekolah dan bioskop. (Nur/AlJazeera/CNA/I-1)
Argentina resmi keluar dari WHO menyusul langkah AS. Presiden Javier Milei tegaskan penarikan ini demi kedaulatan penuh dan kritik atas manajemen pandemi Covid-19.
Situasi Lebanon kian mencekam! WHO laporkan 14 petugas medis tewas dalam serangan udara terbaru. Total korban jiwa kini tembus 826 orang di tengah eskalasi konflik Israel-Hezbollah.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan ancaman hujan asam dan hujan hitam di Iran akibat serangan pada fasilitas minyak. Warga diminta waspada.
Denmark resmi jadi negara Uni Eropa pertama yang mencapai status eliminasi transmisi HIV dan sifilis dari ibu ke anak.
Studi terbaru The Lancet Oncology mengungkap ketimpangan tragis, angka kematian kanker payudara turun di negara maju, namun melonjak hampir 100% di negara miskin.
WHO menyebut vaksin influenza generasi baru berpotensi mencegah hingga 18 miliar kasus flu dan menyelamatkan 6,2 juta nyawa hingga 2050 dengan perlindungan yang lebih luas dan tahan lama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved