Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN oposisi Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim menyampaikan undangan kepada Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin untuk bergabung dengan pemerintahan baru yang akan segera dibentuk.
Sebelumnya, politikus kawakan Partai Keadilan Rakyat ini mengatakan memiliki dukungan mayoritas yang kuat, meyakinkan, dan hebat untuk membentuk pemerintahan baru. Karena itu, ia mengklaim pemerintahan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin telah ‘tumbang’.
Dia menolak memberikan jumlah pasti anggota parlemen yang sekarang ada di kubunya. Minimal, 112 anggota parlemen diperlukan untuk mengontrol Parlemen yang berkomposisi 222 kursi Dewan Rakyat.
Baca juga: Anwar Ibrahim Klaim Didukung Parlemen untuk Bentuk Pemerintahan
Anwar mengatakan partisipasi Muhyiddin dalam pemerintahan baru akan memastikan pergantian pemerintahan yang lancar dan damai.
“Saat ini, dengan jumlah (dukungan anggota parlemen) yang saya miliki, Muhyiddin bukan lagi perdana menteri. Saya menyambutnya untuk bekerja sama karena saya tidak punya masalah pribadi dengannya,” tutur Anwar. (NST/OL-5)
Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan menilai tingginya biaya politik dalam pilkada menjadi persoalan serius dalam demokrasi Indonesia.
Thailand menggelar pemilu dini tanpa pemenang mutlak. Perebutan kursi perdana menteri dipastikan bergantung pada strategi koalisi partai-partai besar.
Keberhasilan Partai Gerindra dan Prabowo Subianto saat ini merupakan akumulasi dari kedisiplinan organisasi dan kesediaan untuk melewati proses panjang yang tidak instan.
ANGGOTA Komisi II DPR RI Romy Soekarno, menegaskan bahwa sistem pemilu di era modern harus dipandang sebagai infrastruktur digital strategis negara.
Ia juga mengkritik wacana penghapusan pilkada langsung yang kembali mencuat dengan dalih efisiensi anggaran.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved