Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYELIDIK PBB, dalam sebuah laporan, Rabu (16/9) mengungkapkan pemerintahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia sistematis termasuk pembunuhan dan penyiksaan yang merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Francisco Cox dari Misi Pencari Fakta PBB mengatakan ada alasan yang masuk akal untuk percaya Maduro bersama menteri dalam negeri dan pertahanannya memerintahkan atau berkontribusi pada kejahatan yang didokumentasikan dalam laporan itu untuk membungkam oposisi.
Secara khusus, mereka memiliki informasi yang menunjukkan Maduro memerintahkan direktur badan intelijen nasional SEBIN untuk menahan lawan tanpa perintah pengadilan.
Baca juga: Bolsonaro Tunjuk Jenderal Jadi Menteri Kesehatan
Laporan tersebut didasarkan pada lebih dari 270 wawancara dengan para korban, saksi mata, mantan pejabat dan pengacara, serta dokumen rahasia. Di antaranya dari mantan kepala Badan Intelijen Nasional, Jenderal Christopher Figuera, yang kesaksiannya dikuatkan.
Para penyelidik menyebut sebagian besar eksekusi tidak sah oleh pasukan keamanan dan agen negara belum dituntut di Venezuela, lantaran aturan hukum dan institusi demokrasi telah gagal.
Mereka mengatakan yurisdiksi nasional lain dan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) yang membuka pemeriksaan pendahuluan ke Venezuela pada 2018, harus mempertimbangkan penuntutan.
Panel investigasi mengatakan akan membagikan database-nya yang berisi nama-nama perwira yang diidentifikasi oleh para korban, termasuk 20 perwira dari SEBIN dan 25 dari badan intelijen militer DGCIM.
"Misi menemukan alasan yang masuk akal untuk percaya bahwa otoritas dan pasukan keamanan Venezuela sejak 2014 telah merencanakan dan melaksanakan pelanggaran hak asasi manusia yang serius, beberapa di antaranya, termasuk pembunuhan sewenang-wenang dan penggunaan penyiksaan secara sistematis, merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan," kata ketua panel Marta Valinas .
Panel menemukan bahwa petugas di militer, polisi dan intelijen telah melakukan pembunuhan di luar hukum dan meminta pemerintah untuk membubarkan pasukan aksi khusus polisi yang dikenal sebagai FAES. (France24/OL-1)
Indonesia resmi memimpin Sidang ke-61 Dewan HAM PBB di Jenewa. Simak agenda strategis RI, mulai dari hak pangan anak hingga isu Palestina dan Ukraina.
Menlu Sugiono tegaskan komitmen RI di Markas PBB New York. Dukung gencatan senjata Gaza & pastikan hak Palestina terjaga di Board of Peace (BoP).
Menlu RI Sugiono di sidang DK PBB New York menegaskan komitmen solusi dua negara, soroti krisis kemanusiaan Gaza dan kebijakan Israel di Tepi Barat.
Lebih dari 80 negara PBB mengecam rencana Israel memperluas kendali di Tepi Barat dan mengklaim tanah Palestina sebagai properti negara.
Vatikan resmi menolak bergabung dalam Board of Peace bentukan Donald Trump dan memilih mendukung PBB sebagai pengelola utama krisis diplomatik internasional.
Menlu Sugiono bertemu Sekjen PBB António Guterres di New York, bahas Palestina, Board of Peace, dan partisipasi Presiden Prabowo Subianto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved