Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
UNI Emirat Arab (UEA) dan Bahrain, Selasa (15/9), menandatangani kesepakatan untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Keduanya menjadi negara Arab pertama dalam seperempat abad mengakhiri tabu yang berlangsung lama, dalam sebuah persekutuan kembali yang strategis negara-negara Timur Tengah melawan Iran.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjadi tuan rumah penandatanganan normalisasi hubungan itu di Gedung Putih, menyelesaikan satu bulan yang dramatis saat untuk pertama kalinya UEA lalu Bahrain sepakat membalikkan beberapa dekade permusuhan tanpa penyelesaian atas pertikaian Israel dengan rakyat Palestina.
Di depan kerumunan ratusan orang di halaman Gedung Putih, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menandatangani kesepakatan dengan Menlu UEA
Sheikh Abdullah bin Zayed al-Nahyan dan Menlu Bahrain Abdulatif Al Zayani.
Baca juga: Biden Sebut Trump Perusak Iklim
Kesepakatan itu, yang dikecam rakyat Palestina, menjadikan UEA dan Bahrain menjadi negara Arab ketiga dan keempat yang mengambil langkah-langkah tersebut menuju hubungan yang normal sejak Israel menandatangani perjanjian damai dengan Mesir pada 1979 dan Yordania pada 1994.
Bertemu Netanyahu sebelumnya di Ruang Oval, Trump mengatakan, "Kita akan memiliki sedikitnya lima atau enam negara yang menyusul segera untuk membangun kesepakatan mereka sendiri dengan Israel."
Kemudian Trump mengatakan kepada wartawan bahwa, negara Teluk Arab ketiga, Arab Saudi, akan membuat kesepakatan dengan Israel 'pada saat yang tepat'.
Kabinet Arab Saudi menekankan, dalam satu pernyataan, kebutuhan untuk satu 'solusi adil dan menyeluruh' bagi isu Palestina.
Arab Saudi merupakan kekuatan terbesar di kawasan Teluk Arab. Rajanya merupakan penguasa Tanah Suci bagi umat Islam dan memerintah negara pengekspor minyak terbesar dunia. Meski ada keengganan, persetujuan diam-diam kerajaan itu terhadap kesepakatan dipandang krusial.
Upacara penandatanganan itu memberi Trump citra yang bernilai saat dia berusaha mempertahankan kekuasaan dalam pilpres 3 November. Bendera-bendera AS, UEA, dan Bahrain berkibaran.
"Kita di sini sore ini mengubah jalannya sejarah," kata Trump dari balkon Gedung Putih. (Ant/OL-1)
Donald Trump kembali mengeraskan sikap terhadap Iran.Trump menyebut pergantian rezim di Teheran sebagai solusi terbaik
Presiden Donald Trump mengancam akan mengerahkan kekuatan militer besar jika negosiasi nuklir dengan Iran gagal. AS kirim kapal induk ke Timur Tengah.
Di tengah ketegangan dengan AS terkait Greenland dan tarif dagang, Kanselir Jerman Friedrich Merz memperingatkan runtuhnya tatanan dunia di Konferensi Keamanan Munich.
Perseteruan memanas, pemerintahan Trump resmi menggugat Harvard atas dugaan penghambatan investigasi hak sipil terkait proses penerimaan mahasiswa.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa atau PBB dan Rusia menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memperingatkan Iran soal konsekuensi sangat traumatis jika gagal mencapai kesepakatan nuklir.
Investigasi Al Jazeera mengungkap dugaan penggunaan bom termobarik dan amunisi tritonal oleh Israel di Gaza. Sebanyak 2.842 warga Palestina dilaporkan hilang sejak 2023.
Indonesia manfaatkan keanggotaan Dewan Perdamaian (BoP) untuk kawal hak Palestina & solusi dua negara. Presiden Prabowo juga akan tekan tarif resiprokal di AS.
PBNU mendukung Presiden Prabowo menghadiri KTT Board of Peace di AS untuk solusi Gaza. Gus Ulil sebut ini langkah diplomasi realistis meski menuai kritik.
Presiden AS Donald Trump bertemu PM Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih. Bahas kelanjutan negosiasi nuklir Iran dan ancaman aksi militer jika kesepakatan buntu.
Dubes Palestina Riyad Mansour dan utusan OKI mengecam keras langkah kabinet Israel yang memperluas kontrol di Tepi Barat. Simak detail langkah diplomatik di PBB.
Laporan investigasi Al Jazeera ungkap 2.842 warga Palestina di Gaza 'menguap' akibat senjata bersuhu 3.000 derajat Celsius. Simak fakta medis dan hukumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved