Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Prancis Emmanuel Macron mengatakan para pemimpin Libanon, Selasa (1/9), berjanji akan membentuk kabinet dalam tempo dua pekan agar bisa segera melakukan reformasi. Hal itu dikatakan Macron saat berkunjung ke Beirut.
Macron berada di Beirut untuk kedua kalinya sejak ledakan pada 4 Agustus yang menewaskan 180 orang, merusak ibu kota Libanon itu, dan memicu kemarahan warga terhadap elite politik negara itu.
Pemimpin politik Libanon telah menunjuk Mustapha Adib sebagai perdana menteri baru untuk membentuk kabinet dan memimpin negara itu keluar dari krisis politik dan ekonomi.
Baca juga: Jelang Sidang, Charlie Hebdo Cetak Ulang Kartun Nabi Muhammad
"Semua partai politik, tanpa terkecuali, berkomitmen membentuk pemerintahan baru dalam tempo kurang dari 15 hari," ujar Macron.
Macron memiliki target ambisius di kunjungan keduanya di Libanon yaitu mendorong terjadinya perubahan besar namun tanpa terlihat ikut campur di negara mantan jajahan Prancis itu.
"Ini adalah kesempatan terakhir bagi sistem Libanon," katanya.
Pernyataan itu dilansir Macron setelah bertemu politisi papan atas Libanon saat bentrokan terjadi antara pasukan keamanan dan demonstran di Beirut.
Seorang demonstran mengangkat spanduk yang dialamatkan kepada Macron, "Jangan percaya dengan koruptor dan kriminal". (AFP/OL-1)
Ia menyebut jumlah tersebut setara dengan “ratusan bus sekolah yang dipenuhi anak-anak yang melarikan diri demi keselamatan mereka setiap 24 jam.”
Israel mengatakan pihaknya tidak menargetkan tentara Libanon karena pertempuran mereka bukan dengan mereka, melainkan dengan Hizbullah.
Israel pertimbangkan mobilisasi 450 ribu pasukan cadangan untuk menghadapi eskalasi konflik dengan Libanon, termasuk opsi operasi darat.
SERANGAN roket menghantam Israel pada Senin (16/3). Delapan orang dilaporkan terluka. Serangan tersebut disebut diluncurkan oleh Hizbullah dari Libanon serta oleh Iran.
Israel meluncurkan gelombang serangan udara baru ke Beirut dan wilayah selatan Lebanon. Lebih dari satu juta orang dilaporkan mengungsi dalam dua minggu terakhir.
Pasukan Zionis kemudian melakukan serangan ke sejumlah titik di Libanon, antara lain Beirut selatan serta wilayah Libanon selatan dan timur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved