Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Australia Wajibkan Semua Warga Divaksin Covid-19

Faustinus Nua
19/8/2020 10:22
Australia Wajibkan Semua Warga Divaksin Covid-19
Seorang warga mengenakan masker melintas di depan poster imbauan cuci tangan untuk mencegah covid-19 di Melbourne, Australia.(AFP/William WEST)

PERDANA Menteri Australia Scott Morrison, Rabu (19/8), menegaskan pemerintah akan mewajibkan 25 juta warga negara itu divaksin covid-19.

Setelah mencapai kesepakatan dengan AstraZeneca dan Universitas Oxford untuk vaksin yang sedang dikembangkannya, Morrison ingin semua warga Australia divaksin. Namun, lantaran ada alasan medis lainnya, dia meminta agar suntikan dilakukan semaksimal mungkin.

"Selalu ada pengecualian untuk vaksin apa pun dengan alasan medis, tapi itu hanya menjadi satu-satunya dasar," katanya kepada stasiun radio 3AW di Melbourne.

Baca juga: Ardern Bantah Trump Terkait Kasus Baru Covid-19 di Selandia Baru

Mengantisipasi reaksi keras dari aktivis antivaksin, Morrison mengatakan taruhannya terlalu tinggi untuk memungkinkan covid-19 terus berlanjut. Sehingga, mewajibkan vaksin merupakan cara terbaik bagi semua warga negara.

"Kami berbicara tentang pandemi yang telah menghancurkan ekonomi global dan merenggut nyawa ratusan ribu orang di seluruh dunia," katanya.

Pemerintah Australia memperkirakan hingga 95% dari populasi harus kebal terhadap virus. Warganya harus diwajibkan divaksin dan pemerintah menyediakannya secara gratis.

"Kami membutuhkan tanggapan yang paling luas dan komprehensif agar Australia kembali normal," imbuhnya.

Pandemi covid-19 telah menewaskan lebih dari 400 warga Australia. Di samping itu, terjadi peningkatan kesalahan informasi daring, spekulasi, dan penolakan terhadap vaksin.

Belum ada vaksin efektif untuk covid-19 yang sudah dirilis, tapi Morrison optimistis vaksin dapat dikembangkan pada awal tahun depan dan produksi hanya membutuhkan beberapa bulan lagi.

"Kalau resepnya sudah bisa kita buat," tutupnya. (France24/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya