Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN kapten kapal kargo Boris Prokoshev menyalahkan pemerintah Libanon atas ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut yang terjadi pada Selasa (4/8). Kapalnya MV Rhosus membawa hampir 3.000 ton amonium nitrat yang kemudian ditahan otoritas Beirut.
Dikutip Al Jazeera, Boris mengatakan pihak berwenang Libanon sangat menyadari bahaya yang ditimbulkan oleh kargo kapal tersebut. Kapal itu seharusnya tidak berada di Libanon sama sekali.
"Pemerintah Libanon yang menyebabkan situasi ini," katanya kepada kantor berita Associated Press dari rumahnya di wilayah Krasnodar Rusia.
Dia menjelaskan ketika berlayar dari pelabuhan Laut Hitam Georgia di Batumi, kapal itu menuju ke pelabuhan Mozambiquan di Beira. Tetapi Rhosus berhenti di Beirut untuk mencoba mendapatkan uang tambahan dengan mengangkut beberapa alat berat.
Baca juga: Macron Usul Perlu Penyelidikan Internasional untuk Ledakan Beirut
Namun, kargo itu terbukti terlalu berat untuk Rhosus dan kru menolak untuk menerimanya. Kemudian, kapal tersebut segera disita oleh pihak berwenang Libanon lantaran gagal membayar biaya pelabuhan. Sejak itu, Rhosus tidak pernah meninggalkan pelabuhan lagi.
"Mereka tahu betul bahwa ada kargo berbahaya di sana," kata Prokoshev.
"Menurut saya, mereka seharusnya membayar (pemilik kapal) untuk membawa kargo berbahaya itu, membuat pusing kepala, keluar dari pelabuhan. Tapi mereka malah menangkap kapal itu," imbuhnya.
Diketahui, otoritas Libanon menyebut amonium nitrat yang disimpan selama 6 tahun dan tidak terurus menyebabkan ledakan itu. Lebih dari 150 korban tewas dan hampir 5.000 korban luka-luka.(Aljazeera/OL-5)
Israel mengatakan pihaknya tidak menargetkan tentara Libanon karena pertempuran mereka bukan dengan mereka, melainkan dengan Hizbullah.
Israel pertimbangkan mobilisasi 450 ribu pasukan cadangan untuk menghadapi eskalasi konflik dengan Libanon, termasuk opsi operasi darat.
SERANGAN roket menghantam Israel pada Senin (16/3). Delapan orang dilaporkan terluka. Serangan tersebut disebut diluncurkan oleh Hizbullah dari Libanon serta oleh Iran.
Israel meluncurkan gelombang serangan udara baru ke Beirut dan wilayah selatan Lebanon. Lebih dari satu juta orang dilaporkan mengungsi dalam dua minggu terakhir.
Pasukan Zionis kemudian melakukan serangan ke sejumlah titik di Libanon, antara lain Beirut selatan serta wilayah Libanon selatan dan timur.
Konflik memuncak! Iran dan Hizbullah luncurkan gelombang rudal ke Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved