Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Penyebaran kian Masif Covid-19 AS Lampaui 4 Juta

Haufan Hasyim Salengke
25/7/2020 00:10
Penyebaran kian Masif Covid-19 AS Lampaui 4 Juta
Penyebaran kian masif Covid-19 AS lampaui 4 juta(AFP)

AMERIKA Serikat (AS), Kamis (23/7), mencatat total lebih dari 4 juta infeksi virus korona baru (covid-19) sejak kasus AS pertama dikonfirmasi pada Januari.

AS membutuhkan 98 hari untuk mencapai satu juta kasus pertama, tetapi hanya 16 hari meningkat dari 3 juta menjadi 4 juta, menurut perhitungan. Total menunjukkan setidaknya satu dari 82 orang AS telah terinfeksi pada beberapa titik dari pandemi.

Jumlah rata-rata kasus baru sekarang meningkat lebih dari 2.600 per jam secara nasional, tingkat tertinggi di dunia. Melansir CNA, angka tersebut mencerminkan peningkatan pande mi AS secara nasional.

Saat pusat wabah AS telah menyebar dari New York ke selatan dan barat, para pejabat federal, negara bagian, dan lokal telah berselisih mengenai cara untuk memperlonggar lockdown yang dikenakan pada warga AS dan bisnis.

Presiden AS Donald Trump, seorang republikan yang telah menolak aturan masker nasional dan secara pribadi enggan memakainya, minggu ini mengubah pikiran dan mendorong orang ‘Negeri Paman Sam’ untuk menjalankannya.

“Kita harus melakukan langkahlangkah mitigasi kita, yaitu pakai masker, hindari keramaian. Kita tidak akan melihat rawat inap dan kematian turun selama beberapa minggu karena itu indikator lagging, tetapi kita mengubah gelombang itu,” ujar Asisten Sekretaris Ke sehatan AS Brett Giroir kepada Fox News Network dalam sebuah wawancara.

Giroir juga mendorong untuk hasil tes yang lebih cepat dan Quest Diagnostics, salah satu perusahaan pengujian medis terbesar di negara itu, mengatakan pada Kamis bahwa pihak mereka berharap bisa memangkas waktu penyelesaian selama seminggu untuk tes covid19 lebih dari setengahnya untuk mencapai level acceptable pada September mendatang.


Setop politisasi pandemi

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, Kamis (23/7), mendesak Amerika Serikat untuk berhenti memolitisasi covid-19.

Ia menampik komentar Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang menuduhnya telah ‘dibeli’ Tiongkok. Tedros pun bereaksi dengan mengatakan komentar itu tidak benar dan tidak dapat diterima dan tanpa dasar apa pun. Dia bahkan menyatakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi badan ke sehatan PBB itu ialah politisasi pandemi.

Sebelumnya, melansir London Times, Rabu, Pompeo bertemu secara tertutup dengan anggota parlemen Inggris dalam kunjungan ke London, awal pekan ini. Menurut laporan itu, Pompeo me ngatakan kepada para anggota parlemen bahwa ia memiliki informasi intelijen yang mengindikasikan Tedros telah ‘dibeli’ pe merintah Tiongkok dan pemilihannya sebagai dirjen WHO pada 2017 telah menyebabkan kematian
warga Inggris.

Pemerintahan Presiden Donald Trump telah berulang kali mengkritik WHO karena tuduhan akan kesegananannya terhadap Tiongkok selama tahap awal pandemi. Trump telah memerintahkan AS untuk keluar dari WHO, yang telah didukung secara finansial dan politik selama beberapa dekade itu. (CNA/Hym/VOA/I-1)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya