Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Pandemi Melonjak Lebihi 15 Juta Kasus

Faustinus Nua
24/7/2020 02:10
Pandemi Melonjak Lebihi 15 Juta Kasus
Pandemi melonjak lebihi 15 juta kasus(AFP)

JUMLAH infeksi virus korona (covid-19) di seluruh dunia, kemarin, telah melewati 15 juta kasus. Lebih dari seperempat dari kasus terjadi di Amerika Serikat (AS) dan menjadikannya sebagai salah satu yang paling terpukul. 

Di AS tercatat lebih dari 140 ribu kasus kematian dengan jumlah kematian harian lebih dari 1.000. Dalam beberapa minggu terakhir, AS juga mencatat lebih dari 60 ribu kasus baru hariannya sehingga secara total infeksi di AS mencapai 3 juta kasus.

Negara-negara bagian di selatan dan barat daya AS menjadi yang paling terpukul. Negaranegara tersebut sebelumnya memberlakukan pembukaan kembali wilayah untuk mengatasi dampak ekonomi yang cukup parah. 

Dilansir AFP, Presiden Donald Trump telah memperingatkan bahwa pandemi kemungkinan akan menjadi lebih buruk. Dia pun mulai mengampanyekan upaya penanganan covid-19 dengan mengenakan masker di depan publik.

Berbeda dengan sebelumnya, Trump mengatakan bahwa virus itu akan hilang dengan sendirinya. Trump pun mengkritik langkah-langkah pembatasan di berbagai negara bagian. Dia tetap mendukung pembukaan kembali ekonomi, bahkan ketika jumlah korban telah naik.

Virus dengan cepat muncul kembali ketika kebijakan lockdown di sejumlah negara dicabut. Australia, Belgia, Hong Kong, dan Jepang telah menggunakan langkah-langkah restriktif untuk mengalahkan wabah, tetapi sekarang semuanya menghadapi peningkatan kasus.

Australia dan Hong Kong mencatat kasus harian baru yang tinggi, sedangkan Gubernur Tokyo mendesak penduduk untuk tinggal di rumah selama liburan yang akan datang karena jumlah kasus meningkat. Di Belgia, pemerintah mengatakan bahwa warga harus tetap berpegang pada pedoman sosial untuk menghentikan pandemi.

Salah satu langkah yang lebih kontroversial ialah keputusan Afrika Selatan untuk melarang penjualan alkohol dan memberlakukan jam malam. Hal itu dinilai sangat ketat dan mematikan ekonomi masyarakatnya.

India kini juga sudah melewati satu juta infeksi dan sekarang berada di belakang AS dan Brasil. Sebuah penelitian menunjukkan hampir seperempat dari populasi di New Delhi kini terjangkit virus.


Berharap pada vaksin

Krisis telah menyebabkan puluhan juta orang kehilangan pekerjaan di seluruh dunia dan melumpuhkan perdagangan global. Untuk menyelamatkan ekonomi, Uni Eropa belum lama ini menyetujui paket bantuan 750 miliar euro atau US$858 miliar yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Produksi vaksin sekarang menjadi kunci untuk memastikan situasi bisnis dan masyarakat umum bisa kembali mendekati normal. Lebih dari 200 kandidat obat sedang dikembangkan dengan 23 di antaranya telah dikembangkan ke uji klinis.

Pemerintah AS telah sepakat untuk membayar hampir US$2 miliar untuk 100 juta dosis vaksin potensial yang dikembangkan perusahaan Jerman, Biontech, dan raksasa AS, Pfizer.

Kandidat terkemuka lainnya, yang dikembangkan sebagian raksasa farmasi Astrazeneca, mendaftarkan hasil yang menjanjikan dari uji klinis minggu ini. “Kami berharap dapat menghasilkan vaksin pada akhir tahun ini. Mungkin sedikit lebih awal jika semuanya berjalan dengan baik,” kata pimpinan Astrazeneca, Pascal Soriot. (X-11)


 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya