Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kematian Akibat Covid-19 di Dunia Tembus 600 Ribu

Faustinus Nua
20/7/2020 06:14
Kematian Akibat Covid-19 di Dunia Tembus 600 Ribu
Sejumlah pemimpin negara Eropa mengenakan masker menjelang pertemuan Komisi Eropa di Brussels.(AFP/Francisco Seco)

KASUS kematian akibat pandemi global covid-19 dikonfirmasi meningkat hingga hampir 603.000 korban.

Menurut data yang dikumpulkan Johns Hopkins, Minggu (19/7), Amerika Serikat (AS) berada di puncak daftar dengan jumlah korban tewas 140.000 orang. Kemudian diikuti lebih dari 78.000 orang di Brasil dan untuk benua Eropa sekitar 200.000 kasus kematian.

Dikutip South China Morning Post, kasus kematian akibat covid-19 di AS menjadi sangat tinggi ketika 43 dari 50 negara bagian terus melaporkan kasus baru harian.

Baca juga: Hong Kong kembali Batasi Jarak

Dalam 6 pekan terakhir, peningkatan terjadi secara signifikan dengan negara kehilangan sekitar 5.000 warga setiap pekan.

Di beberapa negara bagian, dilaporkan korban jiwa telah melebihi kapasitas.

Kota terbesar di negara bagian Arizona Maricopa County, Phoenix mempunyai 14 pendingin untuk menampung 280 mayat. Di Texas, kota San Antonio dan Bexar County menyiapkan 5 trailer berpendingin untuk menyimpan hingga 180 mayat.

Diperkirakan lonjakan kasus kematian akan terus meningkat sekitar 2 pekan ke depan. Sejumlah negara bagian lainnya juga mulai khawatir dan mempersiapkan langkah-langkah antisipasi.

Negara tetangga AS, Kanada, melaporkan total 8.800 kasus kematian sejak awal pandemi. Brasil memuncaki 2 juta kasus pada awal akhir pekan dan mencatat 77.000 kematian.

Sementara itu, Barcelona, salah satu kota terbesar di Spanyol dan yang paling banyak dikunjungi di Eropa, telah secara efektif kembali lockdown. Hal itu karena Spanyol mengidentifikasi lebih dari 150 kluster virus baru di seluruh negeri.

Korban jiwa akibat covid-19 di Spanyol mencapai 28.420 dan membuat 'Negeri Matador' itu menjadi salah satu negara yang paling terpukul di Eropa.

Pemerintah regional Catalonia telah mendesak hampir 4 juta penduduk metropolitan Barcelona untuk tinggal di rumah dan menaati protokol keselamatan.

Selain itu, negara yang juga terpukul akibat covid-19 adalah Afrika Selatan yang tengah berada di posisi kelima dengan 350.879 kasus. Hampir setengah dari semua kasus yang dikonfirmasi di benua Afrika ada di negara itu.

Kemudian, Minggu (19/7), Hong Kong mengeluarkan peraturan baru yang lebih ketat tentang penggunaan masker wajah. Hal itu mengingat adanya lonjakan kasus yang signifikan.

India, yang kini telah mengonfirmasi lebih dari 1 juta infeksi, melaporkan catatan dalam 24 jam terdapat 38.902 kasus baru.

Sebelumnya, ada Australia, yakni di negara bagian Victoria yang menerapkan lockdown. Prancis pun memperketat sejumlah aturan terkait pengendalian pandemi di negeri itu agar terhindar dari lockdown yang mematikan ekonominya. Begitu pula dengan Iran yang juga terus melaporkan lonjakan kasus baru hariannya.

Jumlah infeksi yang dikonfirmasi di seluruh dunia telah melampaui 14,2 juta. Sekitar 3,7 juta di AS dan lebih dari 2 juta di Brasil.

Para ahli percaya jumlah kasus pandemi yang sebenarnya di seluruh dunia jauh lebih tinggi. Pasalnya, banyak negara masih kekurangan alat untuk tes covid-19 dan masalah pengumpulan data.

Paus Fransiskus mengatakan bahwa belum ada tanda pandemi akan berakhir. Vatican mendesak belas kasih bagi para korban wabah yang juga diperburuk masalah ekonomi. "Pandemi tidak menunjukkan tanda-tanda berhenti." (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya