Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Puluhan Negara Biayai Vaksin

MI
17/7/2020 00:55
Puluhan Negara Biayai Vaksin
(AFP)

ALIANSI Vaksin atau Global Alliance for Vaccines and Immunization (GAVI) menyatakan lebih dari 75 negara berminat bergabung dengan skema pembiayaan Contemporary Culture Virtual Archive in XML (Covax).

Skema itu dirancang untuk menjamin akses yang cepat dan merata secara global terhadap vaksin covid-19. Puluhan negara yang akan membiayai vaksin dari anggaran publik itu, nantinya akan bermitra dengan sekitar 90 negara miskin. 

Mereka didukung melalui sumbangan sukarela kepada Covax Advance Market Commitment (AMC) GAVI. Bersama-sama, kelompok yang total terdiri atas 165 negara ini mewakili lebih dari 60% populasi dunia. Dasarnya adalah kepercayaan dalam upaya mengamankan akses global ke vaksin covid-19.

“Covax adalah satu-satunya solusi global untuk pandemi covid-19,” kata, kepala eksekutif GAVI, Seth Berkley, kemarin.

Dia menambahkan, untuk negara-negara yang sudah melakukan kesepakatan bilateral dengan pembuat obat, skema Covax dapat membantu mengurangi risiko mereka jika satu atau lebih kandidat vaksin gagal.


Dua miliar vaksin

Skema Covax diusulkan dan dilaksanakan GAVI, Badan Kesehatan Dunia (WHO), dan Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI).

Tujuannya untuk memberikan 2 miliar dosis vaksin covid-19 yang efektif dan disetujui pada akhir 2021. Vaksin akan dikirimkan merata ke negara-negara peserta secara proporsional dengan populasi mereka.

Prioritas lainnya ialah untuk petugas layanan kesehatan. GAVI mengatakan telah mengumpulkan US$567 juta dari donor internasional pada bulan lalu dengan target awal US$2 miliar. Saat ini lebih dari 100 vaksin covid-19 potensial sedang dalam pengembangan.

Setidaknya 20 dalam uji klinis manusia. Astrazeneca, yang sedang mengembangkan vaksin covid-19 potensial yang dikenal sebagai AZD1222, telah setuju untuk memasok 300 juta dosis ke Covax jika vaksin terbukti efektif dan berlisensi. (AFP/Van/X-11)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya