Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Ribuan Penduduk Catalonia kembali Jalani Lockdown

Faustinus Nua
17/7/2020 00:10
Ribuan Penduduk Catalonia kembali Jalani Lockdown
Ribuan penduduk Catalonia kembali jalani lockdown(AFP)

SEKITAR 160 ribu warga Catalonia, Spanyol, Rabu (15/7), kembali menjalani lockdown setelah terjadi peningkatan kasus baru covid-19. 

Otoritas setempat mengambil kebijakan itu untuk mengendalikan lonjakan kasus, meski pelonggaran pembatasan secara nasional baru diberlakukan beberapa minggu sebelumnya.

Dikutip France 24 ketegangan terjadi di sejumlah daerah lantaran warga merasa khawatir dengan peningkatan kasus baru yang membahayakan kesehatan sekaligus mematikan roda ekonomi. Namun, otoritas mengimbau warga untuk tetap di rumah dan menaati protokol keselamatan.

“Prioritas maksimum pemerintah (Catalonia) adalah kesehatan dan kehidupan masyarakat, dan tidak mungkin ada gangguan peradilan yang mempersulit perjuangan kolektif melawan pandemi,” kata pemerintah daerah Quim Torra, seperti dilansir France 24.

Pernyataan itu mendesak semua orang agar mematuhi protokol yang telah diumumkan pada Selasa (14/7). Hal itu termasuk pembatasan pada pertemuan lebih dari 10 orang di tiga lingkungan L’Hospitalet, pinggiran Kota Barcelona yang menampung sekitar 260 ribu penduduk.

Wali Kota Barcelona Ada Colau mengatakan kepada stasiun televisi lokal, TV3, bahwa dirinya khawatir terhadap wabah covid-19 yang kembali mengancam masyarakat.

Dia mengatakan sedikit langkah mundur mungkin diperlukan. Namun, dia enggan mengumumkan lockdown atau tindakan lain untuk Barcelona sebagai kota terbesar kedua di Spanyol dan tempat populer bagi wisatawan.

Spanyol sangat bergantung pada pariwisata. Negara itu menjadi salah satu negara di Eropa yang paling terpukul dengan lebih dari 28 ribu kematian akibat pandemi covid-19.

Untuk menggairahkan kembali perekonomian, Spanyol mengakhiri lockdown nasional pada 21 Juni. Sejak itu, lebih dari 170 klaster bermunculan sehingga mendorong pemerintah daerah memberlakukan lockdown lokal.

Hal itu sempat membingungkan penduduk setempat dan membuat dunia bisnis marah. Ketegangan pun terjadi di Catalonia, wilayah kaya yang berpenduduk 7,5 juta orang dan mengalami jumlah kasus baru terbanyak.

Catalonia menjadi wilayah pertama di Spanyol yang kembali memberlakukan lockdown. Galicia telah ditutup untuk para pengunjung, dan sebuah kota di Basque memberlakukan jam malam untuk menangani wabah.


Terpapar covid-19

Gubernur Oklahoma, Kevin Stitt, Rabu (15/7), mengungkapkan dirinya positif mengidap covid-19 dan menjadi salah satu pejabat tertinggi Amerika Serikat (AS) yang terpapar virus tersebut.

Stitt, politikus Partai Republik, hampir tiga pekan lalu hadir pada acara kampanye Presiden Donald Trump. Sang gubernur menghadapi kecaman setelah memasang foto dirinya beserta dua anaknya di sebuah restoran yang dipenuhi pengunjung di Twitter, bahkan saat otoritas kesehatan negara-negara bagian mendesak masyarakat untuk berdisiplin menjaga jarak. 

“Saya kemarin menjalani tes covid-19, hasilnya positif,” kata Stitt, 47, dalam konferensi pers melalui video.

“Saya merasa baik-baik saja, memang betul, maksud saya mungkin bisa dibilang saya ini tidak menunjukkan gejala atau hanya sedikit pegal,” lanjutnya. Stitt mengatakan ia telah bekerja sama dengan para petugas pelacak kontak ketika gejala yang dialaminya berkembang. (France24/Ant/Van/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya