Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Jenderal PBB Antonio Guterres kemarin meminta dunia untuk memperkuat kerja sama multi lateral. Pendekatan global, katanya, telah menjadi kunci untuk mengatasi pandemi covid-19.
Saat berbicara pada malam peringatan ke-75 Piagam PBB, ia mengatakan bahwa dunia sedang kacau, berjuang melawan virus korona dan perubahan iklim, serta ketidakadilan rasial yang meluas dan meningkatnya ketidaksetaraan.
Itu semua bisa diselesaikan dengan multilateralisme yang diperbarui. “Kita tidak bisa kembali seperti semula dan hanya menciptakan kembali sistem yang telah memperburuk krisis,” katanya.
Ia pun menekankan bahwa dunia harus bersatu untuk menata dan menemukan kembali dunia yang dimiliki bersama selama ini. “Kita membutuhkan multilateralisme yang efektif dan dapat berfungsi sebagai instrumen tata kelola global yang diperlukan,” katanya.
Dalam menghadapi pandemi, Guterres mengatakan PBB selama ini telah mengirimkan 250 juta alat pelindung diri ke lebih dari 130 negara, mendukung pendidikan anak-anak, dan menyediakan kebutuhan keluarga serta pengasuh.
Rantai pasokan PBB, kata Guterres juga sangat penting dalam memindahkan barangbarang medis di seluruh dunia saat melawan penyebaran covid-19. Lebih lanjut, Guterres mengatakan bahwa di antara orang-orang di banyak negara, respons terhadap pandemi telah mengikis kepercayaan mereka pada organisasi dan lembaga politik.
Pandemi, sambungnya, telah memunculkan ketidaksetaraan yang parah dan sistemik. Para pemimpin dunia, kata dia, perlu mengakui nilai kerja sama global untuk mengatasi krisis yang ada saat ini dan krisis lainnya yang tidak bisa diprediksi. Piagam PBB itu ditandatangani di San Francisco pada 26 Juni 1945 pada masa akhir Perang Dunia II dan mulai berlaku empat bulan kemudian. (AFP/Nur/X-11)
Indonesia resmi memimpin Sidang ke-61 Dewan HAM PBB di Jenewa. Simak agenda strategis RI, mulai dari hak pangan anak hingga isu Palestina dan Ukraina.
Menlu Sugiono tegaskan komitmen RI di Markas PBB New York. Dukung gencatan senjata Gaza & pastikan hak Palestina terjaga di Board of Peace (BoP).
Menlu RI Sugiono di sidang DK PBB New York menegaskan komitmen solusi dua negara, soroti krisis kemanusiaan Gaza dan kebijakan Israel di Tepi Barat.
Lebih dari 80 negara PBB mengecam rencana Israel memperluas kendali di Tepi Barat dan mengklaim tanah Palestina sebagai properti negara.
Vatikan resmi menolak bergabung dalam Board of Peace bentukan Donald Trump dan memilih mendukung PBB sebagai pengelola utama krisis diplomatik internasional.
Menlu Sugiono bertemu Sekjen PBB António Guterres di New York, bahas Palestina, Board of Peace, dan partisipasi Presiden Prabowo Subianto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved