Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Jepang Cabut Status Darurat Covid-19

MI
27/5/2020 01:40
Jepang Cabut Status Darurat Covid-19
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe(AFP)

PERDANA Menteri Jepang Shinzo Abe mencabut status keadaan darurat yang diberlakukan secara nasional untuk melawan virus korona baru atau covid-19 pada Senin (25/5). Itu dilakukan menyusul adanya penurunan yang tajam dalam jumlah kasus baru akibat covid-19.

“Kami memiliki kriteria yang sangat ketat untuk mencabut keadaan darurat. Kami telah menilai bahwa kami telah memenuhi kriteria ini,” kata Abe dalam konferensi pers yang disiarkan televisi secara nasional, seperti dikutip dari France24, Senin (25/5).

“Hari ini kita akan mencabut keadaan darurat nasional,” katanya.

Sebelumnya, pembatasan jaga jarak sosial telah dilonggarkan untuk sebagian besar wilayah pada 14 Mei karena infeksi baru mengalami penurunan, tetapi pemerintah masih tetap mengawasi Tokyo dan empat prefektur lainnya.

Ekonomi terbesar ketiga di dunia itu telah lolos dari wabah yang eksplosif dengan lebih dari 16.600 infeksi dan 839 kematian sejauh ini, menurut NHK. Dikutip dari Malay Mail, Abe mengatakan bahwa Jepang telah berhasil mengendalikan infeksi virus korona hanya dalam satu setengah bulan dengan caranya.

Sebelumnya, Menteri Ekonomi Jepang Yasutoshi Nishimura mengatakan bahwa pemerintah telah menerima persetujuan dari penasihat utama guna menghapus keadaan darurat untuk semua wilayah yang tersisa.

“Sementara itu, keadaan darurat akan dicabut, penting untuk memperluas kegiatan ekonomi secara bertahap karena kami membangun cara hidup baru,” kata Yasutoshi Nishimura.

Ia pun menambahkan bahwa kepala panel penasihat telah merekomendasikan pemantauan ketat terhadap Prefektur Tokyo, Kanagawa, dan Hokkaido, tempat kasus-kasus berfluktuasi.

Data Worldometers menunjukkan penanganan covid-19 di Jepang cukup tinggi jika dibandingkan dengan negara di lingkungannya, yakni Taiwan dan Korea Selatan. Korea Selatan tercatat memiliki 11.190 total kasus, setelah ada tambahan kasus baru pada Senin sebanyak 25 orang. (France24/MalayMail/Nur/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya